Guns "N" Roses Jakarta 15 Dec 2012

Konser Perdana Guns N Roses di Indonesia

Soundrenaline

Festival Musik Rock yang tak pernah mati

Rockotor Fest 2013

Pesta akbar kaum Grunge Indonesia...Grunge Strikes Back!!!

One Direction

One Direction akan konser di Indonesia 2013?

West End Teater London

Teater legendaris dari London ini merilis top 10 jadwal pertunjukan mereka.

Pablo Picasso

Lukisan terbesar karya Pablo Picasso akan dipamerankan di Perancis

Adam Lambert

Bagaimana kontroversi kehidupan pribadi pemenang kedua American Idol Season 2009 ini?

NOAH

Kontroversi nama baru grup band Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David

Lagi...MUSE

MUSE didaulat untuk mengusung lagu mereka menjadi salah satu theme song Olimpiade London 2012

Teater IB Padang tampil memukau

Geliat Teater di zaman digital ditunjukkan oleh pemuda - pemuda dari Teater Imam Bonjol Padang

Elton John 2012

Setelah sempat diundur, Elton John dipastikan menyapa penggemarnya di Indonesia pada bulan November 2012

Aelita Andre

Bagaimana bisa lukisan abstrak bocah cilik ini bisa diterima di dunia?

Grunge

Bagaimana pandangan global terhadap suara GRUNGE, suara santun kaum urakan?

Pertunjukan Topeng Nusantara di Singapura


topeng,tari

Pameran dan pertunjukkan topeng dari berbagai daerah di Indonesia digelar di Singapura pada 18-21 Oktober 2012. Kegiatan ini akan menggunakan Art Science Museum, Marina Bay Sands, Singapura, sebagai arena pertunjukkan.

Pertunjukkan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Yayasan Prima Ardian Tana, serta Rumah Topeng dan Wayang. Melibatkan berbagai maestro seni tari Indonesia, The Majestic Mask bertujuan untuk mengenalkan kekayaan dan keragaman topeng nusantara.
Sendratari kontemporer membalut pertunjukkan ini agar dapat dikenal secara internasional. Selain itu, pengenalan legenda dari Indramayu, Solo, dan Bali juga menjadi tujuan dari pengadaan pertunjukkan ini. "Acara ini digelar agar masyarakat tahu bahwa topeng itu tidak murah," jelas salah satu maestro seni tari yang berpartisipasi dalam The Majestic Mask, Wangi Indriya.

Pameran ini merupakan pameran seni internasional pertama yang menceritakan tentang kisah asmara Kerajaan Jawa Kuno. Rahayu Supanggah sebagai music director bekerja sama dengan berbagai maestro Indonesia lainnya, seperti I Made Sidia, Sutarno Haryono, Wangi Indriya, dan Wasi Bantolo.
 

Seni Unik : Melukis dengan bubuk kopi



Satu lagi sebuah tradisi khas yang dimiliki Indonesia dan sepertinya hanya negeri kita yang mempunyai kebiasaan unik ini. Sebuah tradisi yang kerap mudah dijumpai di Jawa Timur, terutama Kabupaten Tulungagung. Tradisi itu bernama seni Cethe, yakni sebuah kebiasaan unik masyarakat yang memiliki ciri khas tersendiri dengan melukis menggunakan media bubuk kopi serta media penuangannya dilakukan diatas kertas rokok.

Tidak semua orang memiliki keahlian dalam bermain Cethe, apalagi mengingat media yang digunakan sangat sulit. Kertas pada batangan rokok yang tergolong tipis dan halus menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta Cethe. Begitupula bubuk kopi yang digunakan tidak sembarangan, pengolahannya perlu tangan-tangan khusus untuk menghasilkan bubuk yang sangat super halus dan kental.
Kabupaten Tulungagung sebagai sentral kopi khas, memberikan banyak sajian bubuk kopi yang bisa dijadikan untuk bahan bermain Cethe. Masyarakat Tulungagung menyebut bubuk kopi ini dengan sebutan “wedang kopi cethe”, sebuah ekspresi nama yang memang ditujukan untuk bermain Cethe. Biasanya para pengolah kopi ini mencapurkan banyak bahan-bahan tertentu yang tentunya menjadi rahasia para pemilik kedai kopi. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan kopi ijo atau kopi hijau, bubuk kopi ini memang sangat halus dan sedikit berwarna hijau.

Kegiatan Nyethe (sebutan untuk melukis bubukk kopi diatas kertas rokok) bervariasi caranya, salah satunya yakni dengan mengendapkan dahulu kopi yang sudah dibuat didalam gelas atau cangkir kecil sampai benar-benar mengendap ampasnya.  Air kopi yang ada pada gelas tersebut sedikit demi sedikit dituang ke tempat lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan endapan ampas kopi yang sempurna (halus dan banyak). Bahkan ada yang sampai melakukan dengan cara mengendapkan air kopi menggunakan kertas atau tisu, sehingga hasil endapan bisa didapatkan dengan baik.

Setelah endapan terkumpul, para pecinta Cethe melukiskan endapan tersebut dengan bantuan batang korek api kayu, atau dengan tusuk gigi. Bahan yang runcing dan halus memang dibutuhkan untuk mendapatkan goresan yang bagus. Endapan yang sudah diambil dengan batang tusuk gigi tersebut dioleskan atau dilukis diatas media kertas pada batang rokok, disinilah seni lukis Cethe mulai dilakukan. Lukisan yang dibuat kerap berbentuk semacam motig batik, tulisan, bahkan sampai bentuk realis wajah. Sungguh tradisi yang benar-benar unik dan butuh keahlian. Karena media yang digunakan kecil dan halus, bertindak kasar sedikit akan merobek kertas media Cethe.

Jika pelukis Cethe sudah membuat gambar yang dihasilkan, kemudian lukisan itu dikeringkan dahulu sampai benar-benar kering dalam artian tidak ada sisa air pada endapan bubuk kopi tersebut. Wah,sungguh rumit dan butuh ketelatenan yang tinggi demi mendapat hasil maksimal. Tradisi ini sangat mudah dijumpai di Tulungagung, bahkan beberapa waktu sempat diadakan pulan festival Nyethe, atau perlombaan untuk mencari hasil Cethe terbagus. Bagaimana, Anda tertarik untuk melakukan kegiatan Nyethe? Tradisi negeri Kita memang terkenal unik dan beragam, kelestarian adat budaya masyarakat yang khas menjadikan Indonesia sebagai Negara beribu-ribu budaya. Kekayaan ini bernilai mahal, dan masyarakat Indonesia sendiri yang perlu menjaga dan melestarikannya. Semoga jaya selalu Indonesiaku.


Lukisan Jerami Karya Anak Negeri

Seperti yang  dilansir id.berita.yahoo.com, jerami bisa digunakan sebagai seni kolase jerami (Straw Collation Art). Seni lukisan jerami ini memang merupakan seni yang unik dan jarang ditemui.
Salah satu seniman yang menggeluti bidang ini adalah Febrantonius Sinaga. Pria berdarah Batak ini adalah salah satu seniman Indonesia yang mengangkat dan memperkenalkan seni jerami. Melalui karyanya, Febrantonius Sinaga memperkenalkan budaya batak melalui sumber daya alam berupa jerami dari kampungnya sendiri, Tarutung.
Definisi kolase sendiri adalah campuran bahan-bahan yang sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk karya seni artistik. Biasanya bahan-bahan yang digunakan berasal dari kertas, kain, kayu, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut kemudian ditempel di permukaan gambar atau kanvas.
Nah, uniknya lagi sang maestro kita, Febrantonius Sinaga menggunakan kain ulos batak sebagai kanvas. Sedangkan jerami yang dipakainya adalah jerami yang khusus didatangkan dari Tapanuli, lebih tepatnya lagi dari Desa Lumban Rihit.
Lantas mengapa harus jerami dari Tapanuli? Febriantonius sendiri menjawab bahwa ia tidak mau menggunakan jerami padi dari Jawa karena jerami Tapanuli memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan jerami Jawa. Selain itu, ukuran diameter jerami jawa yang relatif kecil membuatnya sulit untuk dipakai sebagai kolase. Faktor lainnya adalah warna jerami Jawa yang warnanya keputih-putihan.
Berbeda dengan jerami Tapanuli yang berwarna kuning emas bercampur coklat muda. Perlu JBers ketahui bahwa semua lukisan Febrantonius tidak memakai bahan pewarna sehingga warna lukisan tampak lebih alami. Inilah alasan mengapa Febrantonius Sinaga sengaja memakai jerami Tapanuli yang kualitasnya lebih bagus. Jerami Tapanuli ini berasal dari padi jenis Ramos.
Febrantonius Sinaga pun menjelaskan teknik pembuatannya. Pertama-tama , jerami dibelah dan dibersihkan. Kemudian disetrika dengan tingkat panas tertentu sehingga merata, tidak gosong dan tidak mudah patah. Setelah itu, jerami di lem dan ditempelkan diatas gambar yang telah dibuat sketsanya terlebih dahulu. Barulah dibentuk pakai gunting atau cutter. Setelah itu kolase jerami tersebut ditempelkan di atas kain ulos. Agar lebih awet dan mengilap, karyanya pun dipernis.
Febrantonius Sinaga mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu antara 10 hari sampai sebulan untuk membuat lukisan, tergantung tingkat kesulitan dalam membentuk huruf dan gambar.
JBers sebagai bangsa Indonesia boleh berbangga karena lukisan Febrantonius ini sudah populer hingga ke Singapura, Cina dan Jerman. Lukisannya pun sering terpampang di pameran-pameran seni baik lokal maupun nasional. Contohnya adalah Sumut Expo, Pekan Raya Sumatera Utara, Indonesia Christian Retail Expo dan lain-lain.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More