Guns "N" Roses Jakarta 15 Dec 2012

Konser Perdana Guns N Roses di Indonesia

Soundrenaline

Festival Musik Rock yang tak pernah mati

Rockotor Fest 2013

Pesta akbar kaum Grunge Indonesia...Grunge Strikes Back!!!

One Direction

One Direction akan konser di Indonesia 2013?

West End Teater London

Teater legendaris dari London ini merilis top 10 jadwal pertunjukan mereka.

Pablo Picasso

Lukisan terbesar karya Pablo Picasso akan dipamerankan di Perancis

Adam Lambert

Bagaimana kontroversi kehidupan pribadi pemenang kedua American Idol Season 2009 ini?

NOAH

Kontroversi nama baru grup band Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David

Lagi...MUSE

MUSE didaulat untuk mengusung lagu mereka menjadi salah satu theme song Olimpiade London 2012

Teater IB Padang tampil memukau

Geliat Teater di zaman digital ditunjukkan oleh pemuda - pemuda dari Teater Imam Bonjol Padang

Elton John 2012

Setelah sempat diundur, Elton John dipastikan menyapa penggemarnya di Indonesia pada bulan November 2012

Aelita Andre

Bagaimana bisa lukisan abstrak bocah cilik ini bisa diterima di dunia?

Grunge

Bagaimana pandangan global terhadap suara GRUNGE, suara santun kaum urakan?

Green Day Rilis Video Klip "Stray Heart" dari Album Dos!

Promosi album kedua dari seri trilogi Green Day berjudul dirilis dalam suasana sedih karena vokalis Billie Joe Armstrong masih menjalani rehabilitasi kecanduan drugs. Mereka pun memperkenalkan single pertama, "Stray Heart” melalui YouTube. Video yang disutradarai oleh Robert Schober ini tidak menampilkan para personel Green Day sama sekali. Dalam videonya mengalirkan cerita tentang seseorang yang hatinya mudah berpindah-pindah. Hal ini digambarkan melalui, sosok laki-laki yang pada bagian tubuhnya bolong karena hatinya telah jadi kutu loncat jatuh pada gadis yang berbeda. Di sepanjang lagu, laki-laki tersebut berusaha untuk mencari di mana hatinya berada, demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis (8/11/2012). Sayangnya ketika sudah menemukannya sosok lelaki ini malah dicampakan oleh sang kekasih karena tidak terima di selingkuhi. Akhirnya, baik sang lelaki dan hati tersebut sama-sama meratapi semua yang telah terjadi. Sementara itu, untuk album Dos! sendiri baru akan dirilis pada 13 November 2012. Sedangkan untuk seri ketiga berjudul Tre! akan diluncurkan pada 11 Desember mendatang.

Billie Joe ketahuan menggunakan drugs setelah membanting gitarnya hingga belah dua di pesta musik iHeart Radio Music Festival di bulan September 2012. Dia marah saat itu karena merasa penampilannya dipotong 20 menit, dan diberi waktu satu menit untuk turun dari panggung karena Usher yang selanjutnya tampil.

Atas kelakuannya itu, dia langsung digiring ke tempat rehabilitasi ketergantungan drugs. Banyak jadwal konser Green Day yang akhirnya dibatalkan dan ditunda.
Promosi album kedua dari seri trilogi Green Day berjudul Dos! dirilis dalam suasana sedih karena vokalis Billie Joe Armstrong masih menjalani rehabilitasi kecanduan drugs. Mereka pun memperkenalkan single pertama, "Stray Heart” melalui YouTube.

Video yang disutradarai oleh Robert Schober ini tidak menampilkan para personel Green Day sama sekali. Dalam videonya mengalirkan cerita tentang seseorang yang hatinya mudah berpindah-pindah. Hal ini digambarkan melalui, sosok laki-laki yang pada bagian tubuhnya bolong karena hatinya telah jadi kutu loncat jatuh pada gadis yang berbeda. Di sepanjang lagu, laki-laki tersebut berusaha untuk mencari di mana hatinya berada, demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis (8/11/2012).

Sayangnya ketika sudah menemukannya sosok lelaki ini malah dicampakan oleh sang kekasih karena tidak terima di selingkuhi. Akhirnya, baik sang lelaki dan hati tersebut sama-sama meratapi semua yang telah terjadi.

Sementara itu, untuk album Dos! sendiri baru akan dirilis pada 13 November 2012. Sedangkan untuk seri ketiga berjudul Tre! akan diluncurkan pada 11 Desember mendatang.

Billie Joe ketahuan menggunakan drugs setelah membanting gitarnya hingga belah dua di pesta musik iHeart Radio Music Festival di bulan September 2012. Dia marah saat itu karena merasa penampilannya dipotong 20 menit, dan diberi waktu satu menit untuk turun dari panggung karena Usher yang selanjutnya tampil.

Atas kelakuannya itu, dia langsung digiring ke tempat rehabilitasi ketergantungan drugs. Banyak jadwal konser Green Day yang akhirnya dibatalkan dan ditunda.
Promosi album kedua dari seri trilogi Green Day berjudul Dos! dirilis dalam suasana sedih karena vokalis Billie Joe Armstrong masih menjalani rehabilitasi kecanduan drugs. Mereka pun memperkenalkan single pertama, "Stray Heart” melalui YouTube.

Video yang disutradarai oleh Robert Schober ini tidak menampilkan para personel Green Day sama sekali. Dalam videonya mengalirkan cerita tentang seseorang yang hatinya mudah berpindah-pindah. Hal ini digambarkan melalui, sosok laki-laki yang pada bagian tubuhnya bolong karena hatinya telah jadi kutu loncat jatuh pada gadis yang berbeda. Di sepanjang lagu, laki-laki tersebut berusaha untuk mencari di mana hatinya berada, demikian dilansir Aceshowbiz, Kamis (8/11/2012).

Sayangnya ketika sudah menemukannya sosok lelaki ini malah dicampakan oleh sang kekasih karena tidak terima di selingkuhi. Akhirnya, baik sang lelaki dan hati tersebut sama-sama meratapi semua yang telah terjadi.

Sementara itu, untuk album Dos! sendiri baru akan dirilis pada 13 November 2012. Sedangkan untuk seri ketiga berjudul Tre! akan diluncurkan pada 11 Desember mendatang.

Billie Joe ketahuan menggunakan drugs setelah membanting gitarnya hingga belah dua di pesta musik iHeart Radio Music Festival di bulan September 2012. Dia marah saat itu karena merasa penampilannya dipotong 20 menit, dan diberi waktu satu menit untuk turun dari panggung karena Usher yang selanjutnya tampil.

Atas kelakuannya itu, dia langsung digiring ke tempat rehabilitasi ketergantungan drugs. Banyak jadwal konser Green Day yang akhirnya dibatalkan dan ditunda.

Seni Unik : Melukis dengan bubuk kopi



Satu lagi sebuah tradisi khas yang dimiliki Indonesia dan sepertinya hanya negeri kita yang mempunyai kebiasaan unik ini. Sebuah tradisi yang kerap mudah dijumpai di Jawa Timur, terutama Kabupaten Tulungagung. Tradisi itu bernama seni Cethe, yakni sebuah kebiasaan unik masyarakat yang memiliki ciri khas tersendiri dengan melukis menggunakan media bubuk kopi serta media penuangannya dilakukan diatas kertas rokok.

Tidak semua orang memiliki keahlian dalam bermain Cethe, apalagi mengingat media yang digunakan sangat sulit. Kertas pada batangan rokok yang tergolong tipis dan halus menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta Cethe. Begitupula bubuk kopi yang digunakan tidak sembarangan, pengolahannya perlu tangan-tangan khusus untuk menghasilkan bubuk yang sangat super halus dan kental.
Kabupaten Tulungagung sebagai sentral kopi khas, memberikan banyak sajian bubuk kopi yang bisa dijadikan untuk bahan bermain Cethe. Masyarakat Tulungagung menyebut bubuk kopi ini dengan sebutan “wedang kopi cethe”, sebuah ekspresi nama yang memang ditujukan untuk bermain Cethe. Biasanya para pengolah kopi ini mencapurkan banyak bahan-bahan tertentu yang tentunya menjadi rahasia para pemilik kedai kopi. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan kopi ijo atau kopi hijau, bubuk kopi ini memang sangat halus dan sedikit berwarna hijau.

Kegiatan Nyethe (sebutan untuk melukis bubukk kopi diatas kertas rokok) bervariasi caranya, salah satunya yakni dengan mengendapkan dahulu kopi yang sudah dibuat didalam gelas atau cangkir kecil sampai benar-benar mengendap ampasnya.  Air kopi yang ada pada gelas tersebut sedikit demi sedikit dituang ke tempat lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan endapan ampas kopi yang sempurna (halus dan banyak). Bahkan ada yang sampai melakukan dengan cara mengendapkan air kopi menggunakan kertas atau tisu, sehingga hasil endapan bisa didapatkan dengan baik.

Setelah endapan terkumpul, para pecinta Cethe melukiskan endapan tersebut dengan bantuan batang korek api kayu, atau dengan tusuk gigi. Bahan yang runcing dan halus memang dibutuhkan untuk mendapatkan goresan yang bagus. Endapan yang sudah diambil dengan batang tusuk gigi tersebut dioleskan atau dilukis diatas media kertas pada batang rokok, disinilah seni lukis Cethe mulai dilakukan. Lukisan yang dibuat kerap berbentuk semacam motig batik, tulisan, bahkan sampai bentuk realis wajah. Sungguh tradisi yang benar-benar unik dan butuh keahlian. Karena media yang digunakan kecil dan halus, bertindak kasar sedikit akan merobek kertas media Cethe.

Jika pelukis Cethe sudah membuat gambar yang dihasilkan, kemudian lukisan itu dikeringkan dahulu sampai benar-benar kering dalam artian tidak ada sisa air pada endapan bubuk kopi tersebut. Wah,sungguh rumit dan butuh ketelatenan yang tinggi demi mendapat hasil maksimal. Tradisi ini sangat mudah dijumpai di Tulungagung, bahkan beberapa waktu sempat diadakan pulan festival Nyethe, atau perlombaan untuk mencari hasil Cethe terbagus. Bagaimana, Anda tertarik untuk melakukan kegiatan Nyethe? Tradisi negeri Kita memang terkenal unik dan beragam, kelestarian adat budaya masyarakat yang khas menjadikan Indonesia sebagai Negara beribu-ribu budaya. Kekayaan ini bernilai mahal, dan masyarakat Indonesia sendiri yang perlu menjaga dan melestarikannya. Semoga jaya selalu Indonesiaku.


Ide kreatif dengan Disket bekas





Ada masa di mana menyimpan data bergiga-giga adalah suatu keniscayaan. Bayangkan, pada masa data komputer Anda hanya bisa disimpan dalam disket dengan ukuran maksimal 200MB. Bisa Anda hitung, berapa banyak disket yang Anda butuhkan untuk menyimpan 1GB file dalam komputer anda. Sementara saat ini, Anda bisa menyimpan data 1 TB dalam flash disk mungil saja.

Penggunaan disket ini populer di era 1980an sampai 1990an saat Personal Computer (PC) membutuhkan penggunaan software tambahan, pengalihan data dan menyimpannya sebagai cadangan. Berkembangnya sitem operasi seperti Window dan software seperti Adobe Photoshop, membuat disket menjadi benda yang sangat dibutuhkan bagi para pengguna komputer.

Ada tiga macam ukuran disket yang dapat Anda olah: ukuran 8 inch, 5 1/4 inch dan 3 1/2 inch. Biasanya ukuran 3 1/2 inch ini yang masih banyak di temui. Pada tahun 1996 seperti pernah dikutip Bussiness Week, diperkirakan ada sekitar 5 juta disket yang digunakan.

Dan di akhir tahun 1990an, penggunaan disket ini mulai tergantikan dengan munculnya teknologi penyimpanan dalam Compact Disk (CD) dengan kapasitas yang lebih besar.

Jika Anda masih menyimpan disket-disket peninggalan dua dekade lalu, jangan buru-buru dibuang. Anda bisa mengolahnya menjadi tempat penyimpanan lain.
Dengan memanfaatkan disket-disket bekas tersebut Anda dapat mengubahnya menjadi keranjang, tas, kotak serbaguna, notebook. Bukan hanya itu, kotak wadah disketnya sendiri, bisa Anda sulap dengan menjadi desk organizer.

Lubang tambahan pada disket untuk menyambungkan pengikat plastik bisa Anda kerjakan dengan
menggunakan solder panas. Besar kecil keranjang, tas atau kotak yang bisa Anda buat bergantung dari jumlah disket yang anda miliki.
Cara membuatnya mudah dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Anda hanya perlu menyambung-nyambung disket tersebut dengan pengikat plastik yang dengan mudah bisa Anda dapatkan.  
Sementara untuk membuat desk organizer dari kotak wadah disket, Anda hanya perlu membukanya dan menempelkan dua buah kotak dengan posisi saling berpunggungan dengan menggunakan perekat bolak-balik, lalu melapisinya dengan kertas kado atau kertas bekas majalah. 
Disket ini biasanya dibuat dari bahan vynil polymer dan polyvinyl chlorine yang kuat dan tidak mudah rusak. Namun jika dibuang menjadi sampah, dibutuhkan waktu 50 sampai 80 tahun untuk bisa terurai.

Dengan mengolah disket-disket yang sudah tidak terpakai ini, Anda bisa membantu mengurangi sampah plastik dan memberi manfaat baru dalam kehidupan keseharian Anda.

Teater Boneka Indonesia di Washington


foto

Tiga ratus kursi di Kennedy Center Millenium Stage sudah ludes sejak tiket Papermoon Puppet Theatre diumumkan resmi penyelenggara pertunjukan, NEFA (New England Foundation for the Art), kepada publik. Kennedy Center--gedung pertunjukan paling bergengsi di Washington DC--pada Sabtu malam, 8 September 2012, banjir pencinta seni boneka dan teater se-Washington DC.

Di jantung ibu kota Amerika Serikat ini, teater boneka asal Yogyakarta bernama Papermoon Puppet Theatre tampil memukau publik Amerika. Decak kagum dan tepuk tangan membahana tak henti dari para hadirin pada penampilan perdana mereka malam itu.

Drama teaterikal boneka yang digagas pasangan muda seniman teater Indonesia, Maria Tri Sulistyanti dan Iwan Effendi, berkisah tentang sejarah gelap Indonesia 1965. Pasca-30 September, penculikan dan pembunuhan tanpa pengadilan terjadi hampir di semua tempat di Indonesia.

Sejarah gelap ini kemudian menjadi tema sentral alur cerita Papermoon Puppet Theatre yang bertajuk "Mwahtirika". Mwahtirika yang dalam bahasa Swahili berarti "korban". Memotret secara sederhana, cerdas, dan kritis tentang korban ketidakadilan yang terjadi di Indonesia di era tahun 1965.

Terinspirasi dari kisah nyata di Indonesia, Mwahtirika tampil dengan kisah drama sendu keluarga kecil boneka. Baba, sang ayah yang menjadi orang tua tunggal yang sederhana dan rendah hati; Moyo, anak sulungnya yang berusia 10 tahun yang peduli pada keluarga; dan Tupu, si bungsu yang berusia 4 tahun yang selalu merasa bahagia dengan tiupan peluitnya yang makin lama makin lemah.

Sang ayah ditangkap dan tak pernah kembali setelah dibawa pergi oleh serdadu bersenjata hanya karena sebuah balon merah yang tak sengaja ditinggalkan di depan rumah. Moyo pergi mencari sang ayah. Sayangnya, ia pun hilang dan tak pernah kembali. Tupu yang malang tertinggal sendirian, yang kemudian ditelan kesunyian, hilang tanpa pesan entah ke mana.

Plot cerita teater boneka tanpa percakapan verbal antar-tokoh-tokohnya berhasil menyampaikan pesan pada publik Amerika tentang penangkapan dan eksekusi tanpa pengadilan yang menghancurkan sebuah keluarga tanpa sisa pasca-penumpasan Gerakan 30 September 1965 di Indonesia.

Tanpa perlu berkata-kata, Mwahtirika berhasil membawa kisah sejarah kelam Indonesia yang memilukan pada dunia tanpa harus menghakimi dan menggurui penonton. Alur cerita yang cerdas ditambah tata cahaya, suara, dan dekorasi panggung yang sempurna membuat drama Papermoon Puppet Theatre ini tampil indah berkilau di mata penikmat seni teater di Washington DC. Apalagi untuk publik Amerika yang belum pernah mendengar nama Indonesia dan sejarah kelamnya.

Papermoon Puppet Theatre, teater boneka asal Yogyakarta, berhasil menjadi teater kelas dunia yang memperkenalkan Indonesia secara jujur, indah, dan cerdas pada publik Amerika.

Selain berpentas di Washington DC, Papermoon Puppet Theatre yang hadir di Amerika atas undangan pemerintah Amerika Serikat juga akan manggung di enam kota lainnya hingga awal Oktober 2012, yaitu di Easton (Philadelphia), Huntingdon (Philadelphia), Lewisburg (Philadelphia), West Liberty (Indiana), Providence (Rhode Islands), dan New York.

VICTORIA SIDJABAT | WASHINGTON DC / TEMPO

Karya Seni Rumah Sempit di Warsawa


"Ini semacam peringatan untuk keluarga saya," kata Keret. Keluarga ayah dan ibunya tewas saat Holocaust saat Nazi Jerman menduduki Polandia. Kakek dari pihak ayahnya pun meninggal di Warsawa pada 1944 saat melawan Nazi.

Bangunan itu diberi nama Keret House, dari nama keluarga si penulis Israel tersebut. Menurut Keret, ia hanya mengunjungi Warsawa dua kali setahun, maka penghuni lain bisa ikut merasakan hidup di rumah sempit ini secara gratis.

Rumah baru ini lebarnya hanya 1,2 meter, namun memiliki kamar mandi, dapur, dan sebuah kamar tidur. Penghuni pertamanya, penulis asal Israel, pindah akhir pekan lalu.
Arsitek Jakub Szczesny mengatakan Jumat lalu bahwa ia merancang rumah dua lantai yang terbuat dari aluminium dan plastik ini tiga tahun lalu untuk mengisi ruang kosong antara rumah periode pra-perang dan sebuah blok apartemen modern di tengah kota Warsawa.

Yayasan Seni Modern Polandia dan Balai Kota Warsawa turut mendanai proyek ini, yang menurut mereka adalah sebuah karya seni. Namun tempat ini tak mudah ditinggali penghuninya.

Bangunan bentuk segitiga ini tingginya 9 meter dan memiliki panjang 10 meter dari depan ke belakang.

Metal serta pipa aluminium mendukung struktur utamanya setinggi 3 meter di atas tanah, para pengunjung akan menaiki tangga metal dan menyelinap melalui sebuah lubang untuk memasuki gedung ini.

Di lantai dasar terdapat toilet serta pancuran air, dapur lengkap dengan lemari serta bak cuci piring, meja untuk dua orang, dan sofa bean bag. Terdapat tangga besi untuk naik ke lantai dua, di situ ada kasur ukuran dobel, meja, dan sebuah kursi.

Pada konferensi pers Jumat lalu, Szczesny mengatakan bahwa bangunan ini mencapai dua tujuan: mengisi ruang kota yang kosong serta menghubungkan antara tragedi Perang Dunia II di Warsawa, saat lebih dari setengah kota hancur, dengan bangunan modern yang muncul sesudahnya.

Penghuni pertama yang pindah Sabtu lalu adalah Etgar Keret, penulis asal Israel yang kerabatnya meninggal di Polandia saat Holocaust.

Soundrenaline Festival Rock 2012

Tak terasa, tahun berganti, waktu berlalu. Soundrenaline telah sepuluh kali menggelar pesta musik bagi maniak rock Indonesia. Ada rekor baru berupa umur panjang sebuah festival.
Kali ini, bertema "Rhythm Revival", Road to Soundrenaline 2012 akan kembali dipanggungkan, mulai pukul 14.00 WITA Sabtu 13 Oktober 2012 di Lapangan Parkir Trans Studio, Makassar. PT HM Sampoerna Tbk sebagai penyelenggara menggandeng Kilau Indonesia menjadi promotor dan event-coordinator.
Pertama kali diadakan pada 2002, inilah dia festival yang seolah-olah hendak menapaki kembali jejak-jejak yang pernah dirintis Log Zhelebor di era 80-an berupa konsep pertunjukan orkes keliling (concert-tour). Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, hanya sekali Soundrenaline absen, di tahun 2010.

Sekira 500 band nasional telah berjingkrak di panggung. Musisi mancanegara sempat pula diundang unjuk kebolehan. Sepuluh penampil asing pernah main di Soundrenaline seperti The Weekend (Kanada), The Cassanovas (Australia), Noise Conspiracy (Swedia), Crowned King (Kanada), INXS (Australia), Saw Losser (Singapura), Mike Tramp (Amerika Serikat), Skid Row (AS), Dearest (Kanada), Young & Restless (Australia).

Soundrenaline seperti album yang merekam banyak lagu. Ia menyimpan sejarah perjalanan karir grup musik Indonesia. Slank mengukuhkan nama besarnya sebagai langganan bernyanyi di festival ini, yang pertama kali dihelat di Parkir Timur Senayan, Jakarta, sepuluh tahun silam.

Nidji dapat hadiah tiket nonton konser The Police di Paris setelah dinilai sebagai band yang mampu menyuarakan perubahan sesuai tema 'Sounds of Change' pada Soundrenaline 2007. Setelah tampil di Soundrenaline 2008, J-Rocks mengecap pengalaman rekaman di Abbey Road, London, di studio yang sama tempat empat sekawan legendaris yang termasyhur The Beatles merekam hits-hitsnya, dulu.
"Soundrenaline 2012 ingin mengajak para pencinta musik untuk menikmati musik nasional yang berkualitas." ujar Brand Manager A Mild, PT HM Sampoerna Tbk Hartawan Adi Kusuma kepada Okezone
Tak pelak lagi, inilah ikon festival konsisten yang menjadi simbol apresiasi musik nasional untuk menjadi tuan besar di rumah Indonesia kita sendiri.

Anugrah Bintang Luminar 2012


 

10 nama tokoh berbakat di berbagai bidang memenangi ajang "Anugerah Bintang Luminar 2012" yang dihelat bulan lalu. 

10 nama tokoh-tokoh terbaik di bidangnya itu adalah
1. Aktris Film/Televisi: Christine Hakim
2. Aktor Film/Televisi: Deddy Mizwar
3. Penyanyi Solo - Wanita: Vina Panduwinata
4. Penyanyi Solo - Pria: Iwan Fals
5. Penyanyi Duo/Band: Slank
6. Pembawa Acara Televisi - Wanita: Becky Tumewu
7. Pembawa Acara Televisi - Pria: Andy F Noya
8. Perancang Mode: Edward Hutabarat
9. Pengabdian Seumur Hidup: Waljinah
10. Pilihan Masyarakat (People's Choice Award): Agnes Monica

Penghargaan yang akan diberikan secara berkala setiap satu tahun tersebut, merupakan ajang penghargaan independen dan memiliki kredibilitas yang diberikan kepada individu-individu unggulan Indonesia yang dikenal luas atas karya dan kontribusi mereka di bidang hiburan dan mode.
Para jawara penerima penghargaan Bintang Luminar akan diabadikan di Avenue of The Stars di Lippo Mall kawasan Kemang Village, Jakarta Selatan.

Anugerah Bintang Luminar (ABL 2012) adalah penghargaan bagi tokoh yang menginspirasi publik Indonesia karena prestasi, komitmen, dan kontribusi di bidang seni, hiburan dan mode Indonesia.
Bertempat di Balai Kartini, Jakarta, Yayasan Bintang Karya Cipta menggelar acara Malam Anugerah Bintang Luminar 2012 yang dipersembahkan bagi para tokoh yang terpilih dari 10 nominasi dalam penghargaan ini.

Anugerah Bintang Luminar 2012 sendiri merupakan sebuah penghargaan yang digagas oleh Yayasan Bintang Karya Cipta, sebuah lembaga non profit yang memiliki kepeduliaan mengangkat cipta, karya seni, dan budaya Indonesia.

Seniman Korea Beraksi di Indonesia



Edwin’s Gallery memamerkan beberapa karya-karya para perupa Korea beraliran contemporary art. Bagi Edwin’s Gallery yang tak lain adalah salah satu Indonesian Contemporary Art Gallery, aktivitas ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2008 dan 2011, Edwin’s Gallery membuat pameran tunggal karya-karya seni patung gubahan Yi Hwan kwon. Pematung ini dengan pendekatan visualnya yang unik – berbasis realistic, menyerupai bayangan, atau refleksi dalam kaca yang dianggap fenomenal.
Pameran karya para perupa muda Korea kali ini menghadirkan karya dari 12 perupa (muda usia), dengan pendekatan visual yang variatif. Karya-karya dua dimensional (lukisan, atau multi media), dan karya-karya tiga dimensional, menunjukkan gejala visual masa kini; yang ditandai dengan pilihan bentuk sederhana,dan tema-tema yang tak terlalu rumit.
Gerak seni rupa Kontemporer Korea sangat dinamis. Hal semacam ini terjadi antara lain karena terdukung oleh fasilitas (infrastruktur) yang mapan dan saling mendukung, sebutlah dari pendidikan seni rupa, galeri seni rupa, museum seni rupa, event-event prestisius (seperti Busan Biennale, Busan Sculpture Project, jaringan, kritikus, curator, kolektor yang mapan dan saling menopang.
Mobilitas seniman, baik horizontal maupun vertical, mendapatkan ruang dan jalan yang kompetitif. Atmosfir kreatif yang baik aspek penciptaan, maupun penyelenggaraan event untuk memperoleh ruang dan dukungan dari banyak pihak. Institusi yang berpotensi memiliki kaitan erat dengan aktivitas seni rupa, misalnya penerbangan, bank, industri media, property, dan semua menjadi pendukung (sponsor) yang serius. Baca artikel menarik lainnya Patung Dalam Contemporary Art

Google Chrome Open Spaces Apresiasi Seni Jalanan

Mendukung kreativitas seni jalanan yang diwujudkan melalui sentuhan digital, Google Indonesia memperkenalkan Chrome Open Spaces. Raksasa mesin pencari ini mengumumkan platform baru untuk berkarya, memungkinkan bagi penggunanya untuk membuat karya seni lukisan atau gambar dengan tools yang disediakan Chrome Open Spaces.

Melalui situs www.openspaces.co.id, pengguna dapat menjelajahi kreativitas dan memamerkan karya digital painting buatannya ke publik.  Diperlukan login untuk dapat mengakses Chrome Open Spaces. Platform ini juga memungkinkan sebagai wadah bertemunya kreator seni dengan para penikmat seni lukis maupun gravity art. Platform ini selain sebagai wadah untuk mempertemukan komunitas artist dan apresiasi dari khalayak, juga memungkinkan bagi pencipta seni untuk nantinya dapat memajang gambar ciptaannya ke beberapa dinding yang ada di tempat umum.Dinding tersebut yang ada di wilayah Jakarta dan Bandung, melalui proses seleksi dari jumlah voters terbanyak. 

Sanchia Hamidjaja, Professional Graphic Illustrator yang mendemonstrasikan Chrome Open Spaces menuturkan, platform ini bisa menjadi media baru untuk berekspresi secara digital. Paling tidak, ini bisa dijadikan sarana yang aman dan nyaman untuk berkreasi, ketimbang street art jalanan yang mungkin identik dengan aksi corat-coret dinding, di mana ide dituangkan pada media yang tidak tepat, serta kondisi terik matahari di luar ruangan yang bisa mengganggu sang kreatornya."Mungkin, apa yang orang gak bisa bikin di kanvas, bisa di media digital ini. Tujuan ini kan, nantinya bisa dijadikan dari digital ke media yang real," pungkas Sanchia.

Bambang Suhartoyo, Pelukis 3D

1349104322818955126
Bambang Suhartoyo atau yang sering dikenal dengan sebutan BASUTO menggelar pameran lukisan 3 Dimensi di rumahnya. Anggota TNI Marinir yang sedang memasuki masa persiapan pensiun ini, membuktikan ucapannya, bahwa berkesenian tak terhalang ruang dan waktu. Buktinya hari Minggu 30 September 2012 dirinya bersama Upit rekannya, menggelar pameran lukisan di kediamannya jalan Pisang Tambakreja, Cilacap.
Banyak rekan seniman yang hadir menyaksikan gelaran acara sehari tersebut. Selain Perupa Senior Hadi Wijaya, dan juga para perupa se-Banyumas Raya, hadir pula ketua Dewan Kesenian Cilacap Nasruddin Mudaff turut mengapresiasi acara tersebut.
Pameran yang digelar pertama kalinya itu menghadirkan nuansa yang berbeda. Tak seperti pameran biasanya. Lukisan yang dipamerkan saat ini adalah lukisan yang tidak seperti kita bayangkan. Jika biasanya pameran lukisan digelar dengan memamerkan lukisan yang tertuang di kanvas, kali ini, Basuto dan Upit menggelar lukisan di lantai (Paving) Dan untuk bisa menikati lukisan tersebut harus pada jarak tertentu..
Bambang Suhartoyo mengaku butuh waktu sekitar 4 sampai 5 hari untuk bisa menyelesaikan lukisan 3 dimensi tersebut. Dibutuhkan kosep yang matang serta perhitungan yang tepat, agar nantinya lukisan tersebut benar-benar menjadi lukisan 3 Dimensi.

Mengenai gelaran acara pameran lukisan tersebut, Upit yang juga memamerkan karyanya bersama Basuto ini menyatakan pesan kepada Pemerintah terkait dengan pentingnya ruang berekspresi bagi seniman. Ia menyatakan sangat perlu di Cilacap dibangun Gedung Kesenian. Karena selain sebagai pusat berkumpulnya segala aspek kesenian, gedung kesenian bisa menjadi simbol majunya kesenian di Cilacap. “Jika di kota itu ada Gedung Kesenian, itu tandanya Pemerintah peduli dengan seniman. Tapi yang terjadi saat ini adalah, pemerintah Cilacap belum mencintai kesenian, dan belum memahami kesenian sebagai income terbesar bagi daerah!” ungkapnya sembari menyantap mendoan yang disuguhkan disaat pemran berlangsung.
Begitu juga Hadi Wijaya, perupa asal Banyumas, yang membeirkan apresiasi dan dorongan akan dibangunnya Gedung Kesenian di Cilacap. “Saya menyambut baik usaha pemerintah Cilacap memberikan ruang apresiasi bagi seniman dengan memanfaatkan gedung-gedung yang mangkrak di Cilacap.” Hal itu bisa diolah oleh seniman menjadi gedung kesenian yang representative sesuai dengan kebutuhan tiap individu seni yang ada di Cilacap.”
Namun demikian meski usulan mengenai Gedung kesenian belum juga menemui titik temu, Basuto dan juga Upit tak pernah menyerah. Mereka tetap berkarya untuk kemajuan dunia Seni di Cilacap.

13491047341948291622 
1349104511458526153

Masih adakah tempat untuk puisi?

JUDUL tulisan ini terdengar sangat pesimistis, apa memang demikian keadaan zaman (modern) sekarang?

Mario Vargas Llosa dalam essai “Matinya Para Penulis Besar” merujuk buku yang baru-baru ini terbit berjudul Ia Mort du grand ecrivain karangan Henri Raczymow yang pada intinya menyatakan ditengah demokrasi liberal dan pasar bebas kita nyaris tidak mungkin lagi mengharapkan kemunculan “para penulis besar” sebagaimana yang pernah dipresentasikan oleh figure seperti Voltaire, Zola, Gide, dan Sarte. (Jurnal Sajak, Vol. II, 2011).

Inti essai Vargas Ilosa adalah budaya yang kini didominasi oleh kapitalisme pasar telah mendangkalkan ruang suci dan alternatif (dimana dulu sastra memeliki tempat dan otoritasnya) kini mengalami pendangkalan sampai pada degradasi paling dasar; keadaan sosiologis yang nyaris mustahil memberi kesempatan untuk tumbuh lahirnyanya “pengarang-pengarang besar” yang memiliki pancaran prestise dan otoritas kepengarangan yang melampaui lingkaran pembacanya; soal-soal dalam daya kreatif dan artistiknya yang dapat membut si pengarang menjadi penjelmaan publik, sebuah arketip yang ide-idenya, pendapat dan cara hidupnya, gesturnya, obsesi-obsesinya menjadi tauladan bagi masyarakat. Sebagaimana di masyarakat kita pernah hidup—dengan kehormatan dan prestise--binatang jalang-- Charil Anwar; begitu juga dengan TS. Elliot, Albert Camus, Kafka, atau Octavio Paz dalam zamannya adalah pribadi-pribadi pengarang yang masih menempati wilayah suci, memandarkan aura magis dan memainkan peran bak agama. Lalu mengapa tak ada penulis kontemporer sekarang yang bisa seperti para pendahulunya dengan semacam janji keabadian itu?

Hari-hari ini buku dan karya sastra bukanlah paspor menuju keabadian melainkan budak-budak kekinian—kedisinian—mereka yang menulis buku telah dilengserkan dari derajat kemagiasan di mana dulu mereka dimahkotai gelar kenabian. Pengarang dan bukunya sekarang tak ubahnya dengan masyarakat kota yang dibekukan, di mana masyarakat dididik dalam sebuah pabrik dan keluar sebagai produk instan lagi prematur. Sastra seolah-olah telah dijadikan sama dengan produk sabun mandi atau sikat gigi sebagai produk industrial yang di pabrik untuk menghasilkan satu prodak yang instan, dan nyaris seragam.

Narsisme dan individualisme yang pada tahapan selanjutnya telah menggeser dan menghapuskan kesenangan seorang pengarang akan masa lalu dan keasyikan mereka terhadap imajinasi dan ramalan masa depan. Sastra kemudian diprovokasi oleh nafsu yang terburu-buru sebab tuntutan yang serba cepat dan harus terpenuhi sekarang dan di sini. Masyarakat pasar yang kelewat konsumtif; yang tak mau menunggu untuk dipuaskan, tak tahan dengan kegelisahan dan gejolak untuk menunggu pencarian makna. Muncullah para penulis bintang dari jagad hiburan super klangenan yang tak terelakan telah dibesarkan oleh anak kandung kapitalisme pasar—televisi—yang telah berhasil menjejalkan kepada kita humor, sentimen, seks, emosi, yang kita butuhkan untuk mengatasi rasa bosan hidup di kolong langit ini.

***
Di tengah situasi semcam itu, masih adakah tempat untuk puisi? Dalam jagad puisi, bahasa sesungguhnya menjadi sebuah wilayah, sebuah daerah. Ia terjaga. Seperti entitas yang selamanya tidak berubah lagi. Di sana, bahasa menandakan suatu waktu, suatu masa, keadaan. Di sana, bahasa menyatakan penggunanya, pemakainya. Penggunanya kali ini seorang penyair, Sabiq Carebesth. Pilihan katanya dalam buku kumpulan sajak “Memoar Kehilangan” ini, juga diksi dalam puisi-puisinya, menandakan bahasa sebagai sebuah waktu. Waktu yang dibekukan dalam bahasa dan bahasa yang dibekukan dalam waktu dengan tujuan menempuh jalan kegilaan untuk melawan situasi yang serba kini, di sini, melawan kenyataan yang didangkalkan dan produk budaya yang mengalami degradasi akibat pasar seperti apa digambarkan Vargas Llosa di atas.

Puisi-puisi Sabiq dalam kumpulan ini, walau rata-rata ditulis tahun 2010 dan 2011. Tetapi 2010 dan 2011 bukan lagi menandakan realitas bahasa. Dalam bahasa yang digunakan Sabiq, 2010 dan 2011 hanya sebagai dokumen waktu. Bukan waktu sebagai kehidupan yang menahan kita di dalamnya. Realitas ini sama seperti seseorang yang kehidupan internalnya ditandai oleh produk-produk, ungkapan, rasa bahasa maupun perspektif-perspektifnya yang semuanya datang dari masa yang sama. Namun realitas internal ini berada dalam realitas ekstenal yang seluruhnya datang dari masa yang lain. Sebuah gerhana realitas dan gerhana waktu sekaligus.

Gerhana waktu yang membuat puisi-puisi Sabiq seperti sebuah perjalanan tidak untuk menempuh perjalanan itu sendiri, tetapi justru untuk berada dalam kendaraan yang mengangkutnya, yaitu bahasa: pujalah di dinding sepimu. Dalam kendaraan ini (dinding sepimu), kita kemudian bertemu dengan banyak hal dari berbagai perjalanan yang sudah berlangsung, pertemuan-pertemuan maupun perpisahan-perpisahan yang sudah sudah terjadi. Tetapi dalam kendaraan ini pula kita bertemu dengan kehilangan yang terus berlangsung, terus-menerus, di tengah banyak hal yang sudah terjadi. Dia yang kemudian melepaskan batas-batas ontologis untuk menghadirkan tatanan waktu yang dibawa oleh puisi. Mungkin inilah cara Sabiq untuk melawan sekaligus menciptakan ruang alternatif.

Afrizal Malna dalam pengantarnya untuk buku sajak “Memoar Kehilangan” ini menyebut beberapa pilihan kata dalam puisi Sabiq seperti: kanvas jiwaku, semesta, kalbu, mahkota, senandung, seruling, nun muram, di bibir nasib, sulam kelambu merupakan diksi yang membuat bahasa berhenti di suatu waktu atau suatu masa. Ungkapan kanvas jiwaku mengandaikan sebuah masa dimana seniman pelukis masih menempatkan roh sebagai pencitraan terhadap seni lukis yang hidup, “jiwa yang terlihat” dalam pengertian S. Sudjojono (jiwa ketok).

Hubungan antara manusia atau seorang seniman dengan media dan peralatan masih berada dalam hubungan langsung, berada dalam pesona yang memenuhi dirinya. Hubungan ini di masa kini kian menjadi hubungan materialistis atau fungsional. Perubahan ini berlangsung bersama dengan menghilangnya diksi kalbu yang hampir tak pernah lagi digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dunia kalbu, suara hati yang pernah romantik itu, tenggelam bersama berbagai perubahan yang melandanya. Ketika kenangan berhenti, dan waktu terus bergerak, sejarah terus berubah, kenangan kemudian menempuh jalannya sendiri, menempuh pencariannya sendiri. Konsistensi seperti ini bagi Sabiq, dan saya menyetujuinya, adalah jalan kegilaan yang memang harus dilakukan. Karena kenangan tidak sama dengan rapuhnya bahasa yang ikut berubah bersama dengan perubahan sosial-politik. Dalam hal ini, kita tidak bisa berharap memperlakukan bahasa sebagai bagian dari infrastruktur sejarah.

Menahan bahasa untuk berhenti pada batas waktu tertentu, dalam hal ini signifikan untuk melawan perubahan yang kian menghancurkan kualitas hidup maupun imajinasi sosoial kita bersama. Interior puisi seperti yang dilakukan Sabiq dalam puisi-puisinya ini, pada satu sisi seperti melawan proses destabilisasi bahasa yang berlangsung terus-menerus sejak pemerintahan Orde Baru. Bahasa menjadi bagian dari mode yang terus berubah bersama dengan perubahan kekuasaan, pergeseran modal dan pasar, maupun perubahan gaya hidup. Sabiq menyebutnya sebagai “metafora waktu”, sebagaimana dengan salah satu judul puisinya: Aku terlempar pada bayangan hampa. Dari metafora kecantikan setubuh masa. Waktu sebagai dokumen beralih menjadi waktu sebagai memori. Memori yang terlempar, tersingkirkan. Bayangan di sini menjadi penting sebagai perayaan atas memori yang terlempar itu. Bahasa yang dihentikan atau terhentikan dari perjalanan perubahannya, dalam puisi Sabiq menjadi sebuah entitas dimana kita bisa menyimpan kepercayaan-kepercayaan kita, sejarah identitas, dalam peralihan waktu seperti ini. Selamat Membaca.***
oleh Sabrina Puisi Mubarak, Peresensi adalah penikmat sastra dan filsafat, tinggal dan bekerja di Jakarta.

NOAH ukir rekor

Sebuah rekor telah diukir oleh NOAH, yang beranggota Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar), David (keyboard), dan Reza (drum), dalam perjalanan karier mereka di industri musik Indonesia. Band yang dulu bernama Peterpan itu berhasil manggung di lima negara di dua benua dalam waktu satu hari.
Berdasarkan lembar fakta yang dirilis oleh promotor kegiatan tersebut, Berlian Entertainment, NOAH memulai tur Born to Make History Concert di The Hi Fi, Melbourne (Australia), Sabtu (15/9/2012) pukul 23.40 waktu setempat. Tak kurang dari 400 kepala menjadi saksi pertunjukan sekaligus peluncuran Seperti Seharusnya, album baru NOAH, itu. Di kota tersebut, sebagaimana di Hong Kong, Kuala Lumpur, dan Singapura, NOAH menyajikan lima lagu. 
Dari Australia, Ariel dan kawan-kawan langsung bertolak ke Asia. Pertunjukan mereka di Asia dimulai di Hong Kong Convention Centre pukul 10.30 waktu setempat dan menggoyang kira-kira 3.000 orang yang hadir sekaligus mengobati kerinduan para sahabat NOAH yang berada di sana.
NOAH kemudian melanjutkan tur mereka ke Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka tampil di KL Live pada pukul 17.30 waktu setempat. Tidak kurang dari 1.500 orang terhibur oleh mereka. Vokalis pop Rossa, sesama artis musik yang dikontrak oleh perusahaan rekaman Musica Studios, mendukung mereka dengan terbang ke Kuala Lumpur dan menonton pertunjukan itu. 
Setelahnya, di Singapura NOAH membuat kira-kira 400 orang yang memadati TAB Orchid Hotel pada pukul 20.00 waktu setempat turut menyanyi dan bergoyang. Para penonton pun larut ketika NOAH menyuguhkan single baru "Separuh Aku".
Tur NOAH di lima negara di dua benua selama satu hari ditutup di Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta. Minggu (16/92012), mulai pukul 22.30 WIB, pertunjukan mereka dibuka oleh band Geisha. Satu jam kemudian, di hadapan Kira-kira 1.800 orang, NOAH naik ke pentas.
Sesudah beraksi selama satu jam, pada pukul 00.30 WIB atau Senin (17/9/2012) dini hari, NOAH akhirnya diganjar penghargaan Rekor Dunia Indonesia versi Museum Rekor Indonesia (MURI) setelah berhasil mengukir sejarah sebagai band pertama yang manggung di dua benua dan lima negara dalam waktu satu hari. Penghargaan dari MURI itu diserahkan kepada Ariel dan rekan-rekannya setelah NOAH menyuguhkan lagu "Topeng".
Sekaligus mewakili teman segrupnya, Ariel mengungkapkan rasa terima kasih. "Halo yang di belakang, tepatnya jam 12 lebih 10 kemarin kami berada di Melbourne. Jam 10 pagi di Hongkong, jam empat sore di Kuala Lumpur, jam tujuh-jam delapan malam kami di Singapura, dan sekarang kami sudah balik lagi. Saya dan teman-teman yang lain dengar, di Jakarta sudah siap menyambut kami. Itu adalah kekuatan yang sangat besar yang membuat kami semangat terus. Kalian luar biasa! Semuanya luar biasa. Saya dan NOAH, ada Uki, Lukman, Reza, dan David yang paling muda, cuma bisa bilang terima kasih," ujar Ariel.
Ariel juga menyampaikan terima kasih atas kesetiaan para Sahabat NOAH selama band yang dulu bernama Peterpan itu tak mengeluarkan album baru dan manggung. "Saya dari sini lihat ada banyak teman-teman yang dari dulu sampai sekarang masih ada di sini dan selalu mau bersuara di saat semuanya diam. Walaupun kami berjalan pincang selama tiga tahun kemarin, terima kasih sudah nungguin kami. Rekor ini tercipta bukan untuk kami, tapi untuk sahabat semua," pungkas Ariel.

Teater West End

Teater West End adalah nama popular untuk kumpulan teater profesional umum di London, Inggris. Nama ini bisa juga merujuk pada pertunjukan-pertunjukan yang tampil di teater-teater besar di bilangan Theatreland di London. Bersama-sama dengan Teater Broadway di New York, Teater West End dianggap sebagai tempat teater komersial papan atas di dunia yang berbahasa Inggris. Menonton sebuah pertunjukan West End telah menjadi sebuah aktivitas umum para turis di London. 

Jumlah penonton Teater West End melebihi angka 12 juta pada tahun 2002. The Times, surat kabar Inggris, memperkirakan bahwa angka ini akan dengan mudah dilewati pada tahun 2005 dan tahun-tahun selanjutnya. Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah hadirnya opera-opera musikal yang telah sukses seperty Billy Elliot, The Producers (musical) dan Mary Poppins, dan kehadiran para bintang film di teater ini. 

Semenjak akhir era 1990-an telah terjadi peningkatan jumlah aktor dan aktris Amerika yang mengambil peran di atas panggung teater London. Nama-nama seperti Brooke Shields, Val Kilmer, Rob Lowe dan David Schwimmer pernah menghiasi tempat tersebut. Pada tahun 2005, Ewan McGregor membuat debut pertamanya di atas panggung opera musikal di London ini dalam karya "Guys and Dolls". Kevin Spacey telah menjadi pengarah artistik Old Vic Theatre semenjak tahun 2004 dan pernah muncul beberapa kali dalam produksi karya-karyanya sendiri.

Mereka pun sudah mempersiapkan Top 10 jadwal panggung mereka sepanjang akhir 2012 sampai dengan akhir tahun depan. So..bagi anda yang kebetulan berada di London, tidak ada salahnya menyempatkan diri menyaksikan  Teater West End beraksi.

  • 1. (-) Julius Caesar sampai Sat Sep 15, Noël Coward Theatre

  • 2. (1) Matilda the Musical sampai Feb 17 2013, Cambridge Theatre

  • 3. (2) War Horse sampai Oct 26 2013, New London Theatre

  • 4. Chariots of Fire sampai Sat Nov 10, Gielgud Theatre

  • 5. Sweeney Todd sampai Sat Sep 22, Adelphi Theatre

  • 6. Billy Elliot the Musical sampai Dec 21 2013, Victoria Palace Theatre

  • 7. Jersey Boys sampai Feb 17 2013, Prince Edward Theatre

  • 8. One Man, Two Guvnors sampai Jan 12 2013, Haymarket Theatre Royal

  • 10. Singin' in the Rain sampai Feb 23 2013, Palace Theatre

 

One Direction Bakal Konser di Indonesia Tahun 2013?

DVD Konser One Direction, Up All Night, yang diputar di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakpus, Sabtu (9/6), membuat penggemarnya heboh. 15 lagu yang dibawakan mulai dari What Makes You Beatiful, I Wish, Gotta Be You dan lainnya dinyanyikan bersama-sama oleh ratusan fans fanatik mereka.

Kemampuan bernyanyi dan menari Louis, Harry, Zayn, Niall, dan Liam menyihir ratusan penonton. "Keren, pengin One Direction datang. Lihat videonya saja sudah terasa heboh. Bagaimana kalau mereka datang ke sini," ujar Dinda, salah satu peserta. Kehebohan semakin terasa ketika Sony Music Indonesia membagi-bagikan hadiah untuk penonton yang datang.

"4 pemenang hot seat mendapat merchandise khusus. 3 best dress, salah satunya yang menangkan kaos "Marry Me Liam Payne" langsung mendapat hadiah. Sementara yang lain masih harus melalui kuis dan undian," ujar Titaz, koordinator acara.
Julia berhasil mendapat limited yearbook edition One Direction karena berhasil menjawab lagu-lagu yang dinyanyikan di konser tersebut. Suha dan Saskia adalah dua orang paling beruntung yang berhak membawa standing banner One Direction. "Suka Niall, lucu orangnya," jawabnya ketika ditanya personel mana yang menjadi idolanya.

Shanaz yang pulang tanpa hadiah tidak berkecil hati. "Serasa ikut konser banget. Kita siapin merchandise juga untuk kita pakai. Kayak di konser gitu.  Aku paling suka lagu Gotta be You. Seru asyik, enak dinyanyiin, gampang dihafal. Liriknya bagus juga," ungkapnya.

Demi merayu One Direction agar mau konser di Indonesia tahun depan, mereka membuat video permintaan konser. "Kita merekam video, untuk dikirim ke mereka supaya mereka mau datang ke Indonesia. Semoga tahun depan bisa datang. Sony Music sempat bilang optimis mereka pasti mau datang setelah melihat kehebohan video kami," ujar Nina.

Sinetron Tutur Tinular : Ending yang melenceng!


Tutur Tinular versi 2011: Akhir Petualangan Kamandanu yang Melenceng Terlalu Jauh

SINETRON Tutur Tinular versi 2011 berakhir pada Minggu (2/9) malam. Sinetron produksi Gentabuana Paramita ini berhasil membukukan 329 episode.
Sebelum membahas episode pamungkasnya, saya hendak mengenang kiprah sinetron yang tayang di Indosiar ini. Tutur Tinular versi 2011 (TT 2011) pertama menyapa pemirsa pada 26 September 2011. Kehadirannya memberikan variasi bagi pecinta sinetron.
Sejak tren sinetron harian melanda pada tahun 2006, genre atau tema yang diusung tak jauh-jauh dari konflik keluarga dan percintaan. Anak yang tertukar dan kisah cinta beda status sosial menjadi konflik utama dalam sejumlah sinetron hits seperti Putri yang Ditukar dan Cinta Fitri. Sedikit berwarna pada akhir 2010, di mana sinetron komedi religi bermunculan.
Kehadiran TT 2011 semakin menambah semarak persaingan sinetron stripping. Harus diakui, pembuatan sinetron kolosal tidak semudah drama atau komedi. Perlu perhatian khusus pada pemilihan lokasi, kostum, tata rias, dan efek visual. Acung jempol buat inovasi yang ditawarkan TT 2011. Episode perdananya kala itu langsung merangsek ke peringkat 8 dengan TVR 3 dan share 12,6. Perlahan tapi pasti, TT 2011 terus naik dan merasakan jadi acara TV nomor 1, plus berbulan-bulan menghuni 3 besar.
Seperti sinetron lain, rating TT 2011 yang stabil membuat episodenya kian bertambah banyak. Durasi pun bertambah dari 1 menjadi 2 jam sekali tayang. Alhasil, banyak hal-hal absurd muncul di sinetron ini. Ilustrasi musik dangdut yang digunakan dianggap tidak relevan oleh penonton. Tokoh Dewi Padmini yang diperankan Amara, mendadak berubah jadi burung merpati.Karakter yang seharusnya tidak ada, bermunculan; Mak Lampir, Gerandong, dan Little Krisna.
Sukses dengan merpati bicara, TT 2011 melahirkan Ada anjing, marmut, kupu-kupu, kelinci, dan kodok yang bisa ngomong. Tak sampai di situ, sandal dan buah kelapa pun bisa ngomong. Mak Lampir pun diceritakan berubah jadi tongkat bisa bicara.
Makin menggila dengan kehadiran tokoh Guru India, yang tiap dialognya diawali dengan kalimat “acha acha nehi nehi, kabhi khushi kabhie gham”, plus kemunculan Wong Fei Hung. Tak sampai di situ, demam The Dark Knight Rises pun seolah menginspirasi TT 2011 dalam menciptakan sosok Jayapati, manusia kelelawar yang kostumnya menyerupai Batman.
Hebatnya selama berbulan-bulan cerita yang ngelantur ini masih ditonton banyak orang, termasuk saya. Saya mengalami guilty pleasure saat menonton petualangan Kamandanu di negeri antah berantah ini. Penulis dan sutradara memberikan cerita yang “beyond your imagination”, sementara penonton selalu “expect the unexpected”.
Sampai bulan Juni 2012, TT 2011 masih wara-wiri di 5 besar. Tapi di bulan Ramadhan, ratingnya terus menurun. Entah karena jam tayangnya yang bebarengan dengan waktu Tarawih, atau memang penonton sudah bosan. Puncaknya, setelah Lebaran rating TT 2011 sempat terdepak dari 50 besar, sebelum akhirnya mencapai episode pamungkas semalam.
Seperti apa endingnya? Well, jujur saya sempat sekitar 3 minggu absen, sehingga cukup banyak tertinggal. Yang pasti di episode terakhir sudah tidak terlihat lagi sosok tongkat Mak Lampir, Jayapati “Batman”, Wong Fei Hung, dan hewan/benda mati yang bisa bicara. Saya tak tahu bagaimana nasib mereka.
Episode pamungkas berkisah soal Mei Shin (Adelia Rasya) yang diperkosa Arya Dwipangga (Ridwan Ghany). Ini membuat Biyakta (Choky Andriano) murka dan berniat membalas dendam. Sayang, Biyakta keburu mati dibunuh Dewi Sambi (Errina GD), yang berhasil pedang Naga Puspa bersama Tong Bajil.
Kamandanu (Rico Verald), Nari Ratih (Anindika Widya), dan Mei Shin pergi ke desa terpencil untuk menyelamatkan diri dari kejaran Dewi Sambi dan Tong Bajil. Berkat Keris Mpu Gandring, Kamandanu berhasil membunuh Tong Bajil sekaligus merebut kembali Pedang Naga Puspa.
Kamandanu-Nari Ratih yang hamil anak Dwipangga merencanakan pernikahan. Tapi setelah tahu Mei Shin juga hamil anak Dwipangga, Nari Ratih malah menyuruh Kamandanu menikahi Mei Shin. Keadaan mendadak genting tatkala Dewi Sambi menculik Nari Ratih.
Kamandanu berhasil mengalahkan Dewi Sambi. Ketika diculik, Nari Ratih melahirkan bayi perempuan dengan selamat, lantas menghembuskan nafas terakhir. Mei Shin pun meninggalkan Manguntur. Kamandanu membakar mayat Nari Ratih dan memberikan nama Ayu Andira pada bayi Nari Ratih. Selesai.
Segitu aja? Ya. Kisah yang sebenarnya kental akan unsur sejarah, disulap sangat sinetron dengan menonjolkan konflik keluarga dan percintaan yang dibumbui dendam dan perebutan kekuasaan. Rating episode terakhirnya mengalami kenaikan, meski tak bisa dibilang istimewa. Ada di peringkat 13 dengan TVR 2,8 dan share 11,6. Kalah dari acara-acara yang tayangbebarengan seperti Tukang Bubur Naik Haji, serta sinetron berlatar kerajaan yang lahir pasca sukses TT 2011: Raden Kian Santang, dan Dewi Bintari.
Ada 1 hal yang mengganjal di benak saya. Jika dihitung menggunakan standar rumah produksi lain, jumlah episode TT 2011 sebenarnya bisa saja menyamai bahkan mengalahkan Putri Yang Ditukar. TT 2011, pernah tayang dengan durasi 60, 90, 120, bahkan 180 menit, namun semua itu hanya dihitung 1 episode. Sementara rumah produksi lain, ambil contoh SinemArt, jika durasi panjang ya dihitung 2-3 episode. Karena itulah Putri Yang Ditukar menghasilkan 676 episode dalam kurun waktu 1 tahun 2 bulan.
Ah, terlepas dari banyak kekurangannya, Tutur Tinular versi 2011 berhasil menjadi trendsetter sinetron kolosal di era sinetron harian dan berhasil menjadi salah satu sinetron Indonesia dengan jumlah episode terpanjang.
Hmm...cuma inikah prestasi sinema televisi kita?

Maroon 5 Konser di Jakarta


Maroon 5 Konser Dua Kali di Jakarta

Banjirnya peminat nonton Maroon 5 di Jakarta membuat promotor Java Musikindo menambah hari pertunjukan Adam Levine dkk. Band asal Amerika Serikat itu dijadwalkan tampil pada hari Kamis dan Jumat, 4-5 Oktober 2012.

"Confirmed additional maroon5 Jakarta Concert Thursday, 4 oktober 2012", tulis Adrie Subono pimpinan Java Musikindo di akun Twitter miliknya, Rabu (27/6/2012).
Penjualan tiket Maroon 5 menuai rekor tersendiri, dalam tiga menit terjual 8 ribu tiket melalui online pada penjualan hari Sabtu, 16 Juni lalu.

Pada hari Senin, 18 Juli setelah tiket Maroon 5 ludes, sebetulnya Adri sudah memberikan isyarat kepada penggemar Maroon 5 agar tidak terburu-buru membeli tiket di calo. Dia saat itu memikirkan solusi agar penggemar masih bisa menyaksikan Maroon 5 di Jakarta.

"JANGAN BELI DI CALOOOO!!!! Tunggu om lagi usahain sesuatu, doain om berhasil dan calo bisa gigit jariii," tulis Adrie melalui akun Twitternya, Senin, 18 Juni lalu.
Maroon 5 siap kembali menggelar konser di Istora Senayan, Jakarta. Tiket dibagi dua kelas, yakni Tribune Rp950 ribu dan Festival Rp1,35 juta.

Tari Saman Aceh Menggetarkan Festival World Culture Dublin


tari-saman

Tari Saman dari Aceh atau yang dikenal dengan “seribu tangan” mendapatkan sambutan hangat dari penonton dengan tepukan tangan dan decakan kagum saat tampil di panggung utama Festival Kebudayaan Dunia yang diselenggarakan di Dublin akhir pekan ini.
Festival yang menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari berbagai suku bangsa yang berada di Irlandia, ujar jurubicara KBRI London Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden Antara London.
Dikatakan persiapan penampilan para penari amatir Indonesia dilakukan jauh jauh hari dan pelatih tari Saman Meutia Verayanti yang berasal dari Aceh dan menetap di London khusus datang ke Dublin.
Meutia, siswa Indonesia di London khusus didatangkan KBRI London dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat Indonesia yang berada di Dublin, ujar Novan Ivanhoe Saleh.
Menurut Nova, KBRI London yang wilayah kerjanya juga mencakup Irlandia mendukung kegiatan yang dikenal dengan Dublin`s Laya Festival, DLR Festival Budaya Dunia, guna mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia kepada warga Irlandia.
Dikatakannya sebanyak 10 penari menyemarakan pesta rakyat di Republik Irlandia itu pada acara World Culture Festival yang menurut panitia tarian dari Indonesia termasuk tari yang rumit.
Disebutkan Tari Saman merupakan tarian mengisahkan epik kebaikan melawan kejahatan. “Saman” yang paling populer di Aceh dan menjadi terkenal di luar negeri yang disebut dengan “Seribu tangan”.
Tahun lalu, salah satu tarian yang dipertunjukkan warga Indonesia pada festival ini adalah tari Kecak asal Bali. Acara ini, juga dijadikan ajang pertemuan dalam memperingati HUT RI bagi warga Indonesia di Irlandia, ujarnya.
Menurut Abdul Mudjib, salah satu siswa Indonesia yang tampil dalam grup tari Saman tersebut, saat ini sekitar 200-0 an warga Indonesia menetap di Irlandia. Sebagian besar mereka bekerja di sektor perhotelan. (Pusformas).

Fakta buruk dunia musik Indonesia

Berikut ini merupakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, yang mengakibatkan dunia musik Indonesia menjadi membosankan, antara lain :


Plagiat
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya meng-influence aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia.


Note : Di sini saya tidak akan menampilkan contoh dari plagiator-plagiator tersebut, demi menjaga nama baik mereka. Mungkin dari rekan-rekan pastinya sudah tahu siapa saja dan group band mana saja yang jelas-kelas telah menjadi plagiator.


 
Lip-sync
Lip-sync atau lip-synch adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Dalam sebuah konser musik atau siaran langsung di televisi, lip sync merupakan hal yang kontroversial.

Di negara China, kementrian kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang lip sync pada bulan Agustus 2009. Kementerian mengeluarkan kebijakan itu karena menilai bernyanyi lip sync termasuk kebohongan publik. Dan sebulan dari itu, dua penyanyi China, Starlets Yin Youcan dan Fang Ziyuan kedapatan hanya bercuap-cuap saat mereka konser di Provinsi Sichuan. Mereka di denda sekitar 80 ribu yuan atau RRp. 110 juta sekaligus menjadi korban pertama kebijakan kementrian kebudayaan. Kebijakan itu dikeluarkan karena pada tahun 2008, panitia Olimpiade Beijing melakukan tindakan kontroversial. Memasang gadis muda yang bernyanyi lip sync saat upacara pembukaan Olimpiade. Panitia beralasan tindakan itu dilakukan karena penyanyi sebenarnya tidak cukup cantik untuk ditunjukkan ke seluruh dunia.


Di Indonesia sendiri, lip sync menjadi sesuatu yang wajar dan pelaku nya pun sepertinya nyaman-nyaman saja (yang penting di bayar kata "mereka"). Banyak acara-acara pagelaran musik yang menggunakan "jasa" lip sync, baik itu di siarkan langsung oleh televisi maunpun tidak. Dan acara tersebut sukses menyedot penonton dan menaikkan rating acara tersebut mengakibatkan menjamurnya acara "lip sync show" di berbagai stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Namun, banyak juga acara-acara konser musik yang tidak menggunakan "jasa" lip sync, seperti : indiefest, soundrenalin, dan banyak lagi.






Tema Lagu Yang Sama
Dalam hal pemilihan judul lagu, hampir semua penyanyi, group musik, ataupun pencipta lagu memiliki tema yang sama. Ini membuat semakin membosankannya musik di Indonesia. Ketika seorang penyanyi atau group musik memiliki sebuah lagu yang sukses dengan tema, misalkan "selingkuh", maka dengan serempak penyanyi atau group musik yang lain membuat lagu dengan tema tersebut (meskipun tidak semua, tetapi kebanyakannya begitu). Mereka mencoba peruntungannya dengan tema lagu tersebut, meskipun dengan musik seadanya. Dan ini sangat-sangat menyedihkan.




Pemaksaan Karakter
Mungkin hanya di Indonesia saja yang memiliki aktris/aktor segala bidang. Pemain sinetron, penyanyi, pemain film layar lebar, penulis lagu, presenter, dan sebagainya bersatu dalam satu karakter. Mereka menyebutnya "Aktris/aktor Serba Bisa". Apakah dengan begitu, bisa disebut "serba bisa"? Belum tentu!. Karena banyak contoh yang memperlihatkan ke-lucu-an tersebut. Seseorang yang tidak memiliki bekal, bahkan bakat dalam dunia musik di paksakan untuk terjun kedalam dunia musik, maka yang terjadi adalah ke-lucu-an. Mereka menggunakan label keartisannya untuk mendongkrak popularitas di dunia musik. Memang itu hak mereka untuk berbuat seperti itu, tapi apakah mereka melihat hak orang lain?!. Namun, banyak juga yang asalnya terjun di dunia perfilm-an yang akhirnya hijrah ke dunia musik dan sukses.

Selain dari kalangan artis, banyak juga dari sekelompok orang yang mencoba untuk sukses di dunia musik. Dan bagi mereka yang tidak memiliki bakat dalam dunia musik, akhirnya akan tenggelam seiring dengan bermunculannya sosok-sosok yang memiliki bakat di dunia musik.






Kekuasaan Ada di Tangan Major Label
Mungkin inilah penentu seseorang atau sekelompok orang sukses atau tidaknya mereka dalam dunia musik. Dan ini merupakan fakta yang sangat jelas. Major Label-lah yang mengelola rekaman suara dan penjualannya, termasuk promosi dan perlindungan hak cipta. Mereka biasanya memiliki kontrak dengan artis-artis musik dan manajer mereka. Dan sepertinya sudah tidak perlu di jelaskan lagi, bagaimana major label - major label yang ada di Indonesia, sudah tahu sama tahu. Kekuasaan Major Label bisa sampai ke kreativitas atau improvisasi para musisi yang di kontraknya (mungkin di Indonesia saja). Dan hampir semua Major Label di Indonesia seperti itu!

Namun di luar fakta di atas, penulis hanya ingin menyampaikan sedikit kritik tanpa maksud menyinggung atau melecehkan seseorang, sekelompok atau bahkan negara sendiri. Ini demi kemajuan Musik Indonesia. Dan bagi seseorang, sekelompok atau yang lainnya, yang merasa tersinggung atau tercemarkan nama baiknya, saya mohon maaf.
BANGUN! MUSIK INDONESIA!
source

Anna Karenina, Novel Legendaris Terbaik Sepanjang Masa

Anna Karenina dianggap sebagai novel terbaik sepanjang masa. Karya sastra terindah ini sampai sekarang masih terus diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia. Sampai abad modern ini, novel karya Leo Tolstoy itu telah diterjemahkan dan diterbitkan 625 kali dalam 41 bahasa. Dalam bahasa Inggris hasil terjemahan yang berbeda pernah dicetak 75 kali, Jerman 67 kali, Prancis dan Itali 36 kali, Belanda 14 kali, Cina 15 kali, dan Arab 6 kali. Di Indonesia buku novel bernilai sastra tinggi ini diterjemahkan langsung dari bahasa Rusia oleh Koesalah Soebagyo Toer sebanyak dua kali. Karya sastra novel legendaris ini telah menginspirasi semua penulis novel dunia dalam berkarya.

Anna Karenina adalah sebuah novel oleh penulis Rusia Leo Tolstoy , ditulis dan diterbitkan secara bertahap pada tahun 1873-1877 dalam terbitan berkala pada Rusia Messenger. Karya sastra ini dianggap para pengamat puncak dalam karya fiksi reales. Tolstoy menganggap Anna Karenina novel pertama benar, ketika ia datang untuk mempertimbangkan Perang dan Damai untuk lebih dari novel. Karakter Anna mungkin terinspirasi, sebagian, oleh Maria Hartung, putri sulung dari penyair Rusia Alexander Pushkin. Segera setelah bertemu saat makan malam, Tolstoy mulai membaca Pushkin prosa dan pernah memiliki lamunan sekilas tentang “bangsawan siku indah telanjang”, yang terbukti menjadi isyarat pertama’s karakter Anna. Detail cerita dan cara serta gaya bercerita Leo Tolstoy memang luar biasa, kreatif, dan cerdas. Dalam cakupan, luasnya, dan gambarannya yang realistik mengenai kehidupan Rusia. Buku ini berdiri pada puncak fiksi realistik. Sebagai seorang filsuf moral ia terkenal karena gagasan-gagasannya tentang perlawanan tanpa kekerasan, yang pada gilirannya memengaruhi tokoh-tokoh abad ke-20 seperti Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, Jr.

Alur Cerita
Alur cerita novel ini menggambarkan Anna Karenina sebagai seorang istri sekaligus ibu yang berselingkuh. Cerita yang luar biasa menyentuh ini dilatarbelakangi kehidupan bangsawan Rusia di abad ke-19. Kehidupan bangsawan Rusia itu identik dengan hura-hura dan bersenang-senang dengan dipenuhi kehidupan pesta-pesta, pertemuan bergengsi sesama bangsawan, olahraga pacuan kuda, atau kegiatan tamsya khususnya ke luar negeri. Lokasi cerita hanya sekitar Moskwa dan St. Petersburg. Daerah pedesaan diwakili oleh tempat tinggal Levin, teman dan sahabat Stepan Arkadyich atau Stiva Oblonskii. Anna Karenina adalah kakak kandung dari Stiva.

Kelompok bangsawan elite Rusia ini, anak-anak mereka dibiasakan juga untuk berbicara dalam bahasa Prancis dan Inggris,.Berbagai pertemuan dalam pesta atau pertemuan kelompok bangsawan Rusia itu sering diisi oleh obrolan yang tidak ada habisnya. Salah satunya yang dituangkan dalam novel ini adalah obrolan ber-monolog, berdiskusi dengan diri sendiri, atau merenungkan sesuatu. Salah satu kehebatan novel ini adalah kekuatan dalam menghadirkan perbincangan-perbincangan, diskusi, ataupun monolog ini, walaupun kadang perbincangan tersebut seperti tidak nyambung, peserta saling melontarkan ucapan yang kadang terputus di tengah jalan.

Apresiasi Luarbiasa
Apresiasi dan penghargaan terhadap maha karya sastra ini telah diberikan oleh masyarakat sastra dunia. Penulis seangkatannya juga sangat menghormati sosok Tolstoy. Fyodor Dostoyevsky menyatakan novel itu merupakan puncak kesempurnaan sebuah karya seni. Dostoyevsky juga menganggapnya sebagai yang terbesar di antara semua novelis yang hidup saat itu. Sementara Gustave Flaubert menganggap bahwa Tolstoy sebagai seorang seniman hebat sekaligus seorang psikolog hebat. Anton Chekhov, yang seringkali mengunjungi Tolstoy di tanahnya di pinggiran kota, menulis: “Ketika sastra memiliki seorang Tolstoy, menjadi penulis itu mudah dan menyenangkan; bahkan bila kita tahu bahwa kita sendiri tidak mencapai hasil apa-apa, itu tidak menjadi masalah karena Tolstoy yang berprestasi untuk kita semua. Apa yang dilakukannya berguna untuk membenarkan semua harapan dan aspirasi yang ditanamkan dalam sastra.”
Para kritikus dan novelis seperti Virginia Woolf menyatakan Tolstoy sebagai “yang terbesar di antara semua novelis” dan Thomas Mann menulis tentang seni penulisannya yang tampaknya jujur-”Jarang sekali suatu karya seni yang begitu mirip dengan alam”. Apresiasi dan perasaan yang sama dalam menilai novel itu juga juga diungkapkan oleh penulis dunia lainnya seperti Marcel Proust, Vladimir Nabokov dan William Faulkner, Franzen, Mailer, Wallace, Wolfe, Chabon, Lethem, King
Bahkan pada tahun 2007 J. Peder Zane melakukan sebuah jajak pendapat yang ditujukan kepada 125 penulis kontemporer. Hasilnya menunjukkan bahwa Anna Karenina adalah “novel terbesar yang pernah ditulis.

Anna Karenina umumnya berpikir untuk mengeksplorasi tema-tema kemunafikan, kecemburuan, iman, kesetiaan, keluarga, pernikahan, masyarakat, kemajuan, keinginan duniawi dan semangat, dan koneksi agraria untuk mendarat di kontras dengan gaya hidup kota. Translator Rosemary Edmonds menulis bahwa Tolstoy tidak secara eksplisit moralise dalam buku ini, ia memungkinkan tema untuk muncul secara alami dari “panorama luas kehidupan Rusia. Dia juga mengatakan salah satu kuncinya pesan novel ini adalah bahwa “tidak ada yang dapat membangun kebahagiaan mereka pada rasa sakit lain.
Fiksinya secara konsisten berusaha menyampaikan secara realistik masyarakat Rusia yang ada pada masanya.. Anna Karenina mengisahkan cerita-cerita perumpamaan tenang seorang perempuan yang berzinah, yang terjebak oleh kebiasaan dan kepalsuan masyarakat, serta tentang seorang pemilik tanah yang filosofis mirip sekali dengan kehidupan Tolstoy, yang bekerja bersama-sama dengan para penggarap di ladang dan berusaha memperbarui hidup mereka.
Tolstoy tidak hanya menggali dari pengalaman hidupnya sendiri tetapi juga menciptakan tokoh-tokoh sesuai dengan gambarannya, seperti Levin dalam Anna Karenina.

Leo Tolstoy
Tolstoy secara luas dianggap sebagai salah seorang novelis yang terbesar, khususnya karena karya besarnya Perang dan Damai dan Anna Karenina. Leo Tolstoy adalah seorang sastrawan Rusia yang dianggap sebagai pembaharu social. Sosok yang luar biasa itu juga dituding sebagai pasifis dan anarkis Kristen. Darah seni sastranya itu tampaknya juga ditambah dengan nilai positif sebagai seorang seorang filsuf pemikir moral. Tolstoy adalah salah satu legenda dari sastra Rusia abad ke-19. Karyanya yang paling fenomenal adalah Perang dan Damai dan Anna Karenina. Sejumlah karya-karya yang lebih singkat termasuk sejumlah novella Kematian Ivan Ilyich dan Hadji Murad juga menjadi perhatian banyak sastrawan dunia..
Tolstoy dilahirkan di Yasnaya Polyana wilayah Tula, Rusia. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara dan menjadi anak yatim piatu sejak masih. Tolstoy sempat belajar masalah hukum dan bahasa-bahasa Oriental di Universitas Kazan pada 1844. dibalik kejenisuannya bersastra tyernyata para dosen-dosennya menganggap dirinya tidak mampu dan tidak mau belajar.” Kemudian a kembali di tengah-tengah studinya ke Yasnaya Polyana dan menghabiskan banyak waktunya di Moskwa dan St. Petersburg.
Secara unik terjadi peristiwa luar biasa dalam pernikahannya dengan Sofia Andreevna Bers. Pada malam pernikahannya itu, Tolstoy memberikan buku hariannya kepada tunangannya. Buku-buku hariannya ini memuat catatan mengenai hubungan seksualnya dengan para petaninya. Peristiwa itu tidak berpengaruh pada awal kehidupan perkawinan, mereka sangat bahagia dan rukun. Istrinyapun memberikan banyak kebebasan Tolstoy untuk menulis adi karya sastranya. Namun dalam waktu terakhir kehidupan perkawinannya digambarkan sebagai salah satu yang paling tidak bahagia dalam sejarah sastra. Kehidupan perkawinan dengan istrinya semakin tidak baik , yang akhirnya berpengaruh pada pola pikirnya yang semakin radikal. Pengalaman jiwanya yang sangat menyentuh itu bisa saja menjadi inspirasi luar biasa untuk mengungkapkan dalam sebuah karya seni sastra yang luar biasa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More