Guns "N" Roses Jakarta 15 Dec 2012

Konser Perdana Guns N Roses di Indonesia

Soundrenaline

Festival Musik Rock yang tak pernah mati

Rockotor Fest 2013

Pesta akbar kaum Grunge Indonesia...Grunge Strikes Back!!!

One Direction

One Direction akan konser di Indonesia 2013?

West End Teater London

Teater legendaris dari London ini merilis top 10 jadwal pertunjukan mereka.

Pablo Picasso

Lukisan terbesar karya Pablo Picasso akan dipamerankan di Perancis

Adam Lambert

Bagaimana kontroversi kehidupan pribadi pemenang kedua American Idol Season 2009 ini?

NOAH

Kontroversi nama baru grup band Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David

Lagi...MUSE

MUSE didaulat untuk mengusung lagu mereka menjadi salah satu theme song Olimpiade London 2012

Teater IB Padang tampil memukau

Geliat Teater di zaman digital ditunjukkan oleh pemuda - pemuda dari Teater Imam Bonjol Padang

Elton John 2012

Setelah sempat diundur, Elton John dipastikan menyapa penggemarnya di Indonesia pada bulan November 2012

Aelita Andre

Bagaimana bisa lukisan abstrak bocah cilik ini bisa diterima di dunia?

Grunge

Bagaimana pandangan global terhadap suara GRUNGE, suara santun kaum urakan?

Seni Unik : Melukis dengan bubuk kopi



Satu lagi sebuah tradisi khas yang dimiliki Indonesia dan sepertinya hanya negeri kita yang mempunyai kebiasaan unik ini. Sebuah tradisi yang kerap mudah dijumpai di Jawa Timur, terutama Kabupaten Tulungagung. Tradisi itu bernama seni Cethe, yakni sebuah kebiasaan unik masyarakat yang memiliki ciri khas tersendiri dengan melukis menggunakan media bubuk kopi serta media penuangannya dilakukan diatas kertas rokok.

Tidak semua orang memiliki keahlian dalam bermain Cethe, apalagi mengingat media yang digunakan sangat sulit. Kertas pada batangan rokok yang tergolong tipis dan halus menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta Cethe. Begitupula bubuk kopi yang digunakan tidak sembarangan, pengolahannya perlu tangan-tangan khusus untuk menghasilkan bubuk yang sangat super halus dan kental.
Kabupaten Tulungagung sebagai sentral kopi khas, memberikan banyak sajian bubuk kopi yang bisa dijadikan untuk bahan bermain Cethe. Masyarakat Tulungagung menyebut bubuk kopi ini dengan sebutan “wedang kopi cethe”, sebuah ekspresi nama yang memang ditujukan untuk bermain Cethe. Biasanya para pengolah kopi ini mencapurkan banyak bahan-bahan tertentu yang tentunya menjadi rahasia para pemilik kedai kopi. Sebagian masyarakat menyebutnya dengan kopi ijo atau kopi hijau, bubuk kopi ini memang sangat halus dan sedikit berwarna hijau.

Kegiatan Nyethe (sebutan untuk melukis bubukk kopi diatas kertas rokok) bervariasi caranya, salah satunya yakni dengan mengendapkan dahulu kopi yang sudah dibuat didalam gelas atau cangkir kecil sampai benar-benar mengendap ampasnya.  Air kopi yang ada pada gelas tersebut sedikit demi sedikit dituang ke tempat lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan endapan ampas kopi yang sempurna (halus dan banyak). Bahkan ada yang sampai melakukan dengan cara mengendapkan air kopi menggunakan kertas atau tisu, sehingga hasil endapan bisa didapatkan dengan baik.

Setelah endapan terkumpul, para pecinta Cethe melukiskan endapan tersebut dengan bantuan batang korek api kayu, atau dengan tusuk gigi. Bahan yang runcing dan halus memang dibutuhkan untuk mendapatkan goresan yang bagus. Endapan yang sudah diambil dengan batang tusuk gigi tersebut dioleskan atau dilukis diatas media kertas pada batang rokok, disinilah seni lukis Cethe mulai dilakukan. Lukisan yang dibuat kerap berbentuk semacam motig batik, tulisan, bahkan sampai bentuk realis wajah. Sungguh tradisi yang benar-benar unik dan butuh keahlian. Karena media yang digunakan kecil dan halus, bertindak kasar sedikit akan merobek kertas media Cethe.

Jika pelukis Cethe sudah membuat gambar yang dihasilkan, kemudian lukisan itu dikeringkan dahulu sampai benar-benar kering dalam artian tidak ada sisa air pada endapan bubuk kopi tersebut. Wah,sungguh rumit dan butuh ketelatenan yang tinggi demi mendapat hasil maksimal. Tradisi ini sangat mudah dijumpai di Tulungagung, bahkan beberapa waktu sempat diadakan pulan festival Nyethe, atau perlombaan untuk mencari hasil Cethe terbagus. Bagaimana, Anda tertarik untuk melakukan kegiatan Nyethe? Tradisi negeri Kita memang terkenal unik dan beragam, kelestarian adat budaya masyarakat yang khas menjadikan Indonesia sebagai Negara beribu-ribu budaya. Kekayaan ini bernilai mahal, dan masyarakat Indonesia sendiri yang perlu menjaga dan melestarikannya. Semoga jaya selalu Indonesiaku.


Karya Seni Rumah Sempit di Warsawa


"Ini semacam peringatan untuk keluarga saya," kata Keret. Keluarga ayah dan ibunya tewas saat Holocaust saat Nazi Jerman menduduki Polandia. Kakek dari pihak ayahnya pun meninggal di Warsawa pada 1944 saat melawan Nazi.

Bangunan itu diberi nama Keret House, dari nama keluarga si penulis Israel tersebut. Menurut Keret, ia hanya mengunjungi Warsawa dua kali setahun, maka penghuni lain bisa ikut merasakan hidup di rumah sempit ini secara gratis.

Rumah baru ini lebarnya hanya 1,2 meter, namun memiliki kamar mandi, dapur, dan sebuah kamar tidur. Penghuni pertamanya, penulis asal Israel, pindah akhir pekan lalu.
Arsitek Jakub Szczesny mengatakan Jumat lalu bahwa ia merancang rumah dua lantai yang terbuat dari aluminium dan plastik ini tiga tahun lalu untuk mengisi ruang kosong antara rumah periode pra-perang dan sebuah blok apartemen modern di tengah kota Warsawa.

Yayasan Seni Modern Polandia dan Balai Kota Warsawa turut mendanai proyek ini, yang menurut mereka adalah sebuah karya seni. Namun tempat ini tak mudah ditinggali penghuninya.

Bangunan bentuk segitiga ini tingginya 9 meter dan memiliki panjang 10 meter dari depan ke belakang.

Metal serta pipa aluminium mendukung struktur utamanya setinggi 3 meter di atas tanah, para pengunjung akan menaiki tangga metal dan menyelinap melalui sebuah lubang untuk memasuki gedung ini.

Di lantai dasar terdapat toilet serta pancuran air, dapur lengkap dengan lemari serta bak cuci piring, meja untuk dua orang, dan sofa bean bag. Terdapat tangga besi untuk naik ke lantai dua, di situ ada kasur ukuran dobel, meja, dan sebuah kursi.

Pada konferensi pers Jumat lalu, Szczesny mengatakan bahwa bangunan ini mencapai dua tujuan: mengisi ruang kota yang kosong serta menghubungkan antara tragedi Perang Dunia II di Warsawa, saat lebih dari setengah kota hancur, dengan bangunan modern yang muncul sesudahnya.

Penghuni pertama yang pindah Sabtu lalu adalah Etgar Keret, penulis asal Israel yang kerabatnya meninggal di Polandia saat Holocaust.

Pameran gambar 3D Ricky Yanuardi

Berita Satu
Egocentris menjadi tema pameran tunggal karya Ricky Yanuardi sebagai rangkuman perjalanannya sebagai seniman street art selama ini.
Sejak kemunculanannya di arena street art Jakarta, Ricky Yanuardi berhasil mengembangkan dirinya sebagai seniman yang menggeluti dunia graffiti dan mengenalkan FINE (Font In New Evolution) sebagai identitasnya dalam blantika seni gambar.
Ditemui saat pembukaan pameran tunggal seni gambar Ricky Yanuardi di Garduhouse Galerry, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Ricky mencoba menggabungkan antara seni gambar dan graffiti yang berevolusi dalam graffiti 3 dimensi.

“Awalnya aku sangat kesulitan dalam mengekplorasi bentuk 3 dimensi. Kendala terbesarnya biasanya peralatan yang kurang memadai, tak ada teman untuk berdiskusi, sampai kesulitan dalam mencari tutorial untuk membuat karya graffiti 3 dimensi yang baik dan benar, namun dari kendala itu aku tak patah semangat sehingga saat ini aku biasa ciptakan karya bisa disaksikan disini,” ungkap Ricky.
Tema pameran tunggal karya Ricky Yanuardi ini adalah egocentris dimana tema ini berasal dari rangkuman perjalanan karirnya sebagai seorang seniman street art. 

“Dalam pameran ini aku ingin membawa penikmat seni terutama seni gambar 3 dimensi untuk mengenal 3 dimensi tersebut diantaranya dunia gelap, kejam dan ambisius yang aku tuangkan dalam kanvas, kertas hingga instalasi,” ungkapnya.
Pameran tunggal karya Ricky Yanuardi tersebut digelar di Gardu House Gallery Caburator Spring, Jl.Veteran Raya No. 13, Tanah Kusir Jakarta Selatan. Pameran akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang.

Seniman Korea Beraksi di Indonesia



Edwin’s Gallery memamerkan beberapa karya-karya para perupa Korea beraliran contemporary art. Bagi Edwin’s Gallery yang tak lain adalah salah satu Indonesian Contemporary Art Gallery, aktivitas ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada tahun 2008 dan 2011, Edwin’s Gallery membuat pameran tunggal karya-karya seni patung gubahan Yi Hwan kwon. Pematung ini dengan pendekatan visualnya yang unik – berbasis realistic, menyerupai bayangan, atau refleksi dalam kaca yang dianggap fenomenal.
Pameran karya para perupa muda Korea kali ini menghadirkan karya dari 12 perupa (muda usia), dengan pendekatan visual yang variatif. Karya-karya dua dimensional (lukisan, atau multi media), dan karya-karya tiga dimensional, menunjukkan gejala visual masa kini; yang ditandai dengan pilihan bentuk sederhana,dan tema-tema yang tak terlalu rumit.
Gerak seni rupa Kontemporer Korea sangat dinamis. Hal semacam ini terjadi antara lain karena terdukung oleh fasilitas (infrastruktur) yang mapan dan saling mendukung, sebutlah dari pendidikan seni rupa, galeri seni rupa, museum seni rupa, event-event prestisius (seperti Busan Biennale, Busan Sculpture Project, jaringan, kritikus, curator, kolektor yang mapan dan saling menopang.
Mobilitas seniman, baik horizontal maupun vertical, mendapatkan ruang dan jalan yang kompetitif. Atmosfir kreatif yang baik aspek penciptaan, maupun penyelenggaraan event untuk memperoleh ruang dan dukungan dari banyak pihak. Institusi yang berpotensi memiliki kaitan erat dengan aktivitas seni rupa, misalnya penerbangan, bank, industri media, property, dan semua menjadi pendukung (sponsor) yang serius. Baca artikel menarik lainnya Patung Dalam Contemporary Art

Google Chrome Open Spaces Apresiasi Seni Jalanan

Mendukung kreativitas seni jalanan yang diwujudkan melalui sentuhan digital, Google Indonesia memperkenalkan Chrome Open Spaces. Raksasa mesin pencari ini mengumumkan platform baru untuk berkarya, memungkinkan bagi penggunanya untuk membuat karya seni lukisan atau gambar dengan tools yang disediakan Chrome Open Spaces.

Melalui situs www.openspaces.co.id, pengguna dapat menjelajahi kreativitas dan memamerkan karya digital painting buatannya ke publik.  Diperlukan login untuk dapat mengakses Chrome Open Spaces. Platform ini juga memungkinkan sebagai wadah bertemunya kreator seni dengan para penikmat seni lukis maupun gravity art. Platform ini selain sebagai wadah untuk mempertemukan komunitas artist dan apresiasi dari khalayak, juga memungkinkan bagi pencipta seni untuk nantinya dapat memajang gambar ciptaannya ke beberapa dinding yang ada di tempat umum.Dinding tersebut yang ada di wilayah Jakarta dan Bandung, melalui proses seleksi dari jumlah voters terbanyak. 

Sanchia Hamidjaja, Professional Graphic Illustrator yang mendemonstrasikan Chrome Open Spaces menuturkan, platform ini bisa menjadi media baru untuk berekspresi secara digital. Paling tidak, ini bisa dijadikan sarana yang aman dan nyaman untuk berkreasi, ketimbang street art jalanan yang mungkin identik dengan aksi corat-coret dinding, di mana ide dituangkan pada media yang tidak tepat, serta kondisi terik matahari di luar ruangan yang bisa mengganggu sang kreatornya."Mungkin, apa yang orang gak bisa bikin di kanvas, bisa di media digital ini. Tujuan ini kan, nantinya bisa dijadikan dari digital ke media yang real," pungkas Sanchia.

Seni Tattoo

Kata “tato” berasal dari kata Tahitian / Tatu, yang memilki arti : menandakan sesuatu. Rajah atau tato (Bahasa Inggris: tattoo) adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Dalam istilah teknis, rajah adalah implantasi pigmen mikro. Rajah dapat dibuat terhadap kulit manusia atau hewan. Rajah pada manusia adalah suatu bentuk modifikasi tubuh, sementara rajah pada hewan umumnya digunakan sebagai identifikasi.
Rajah merupakan praktik yang ditemukan hampir di semua tempat dengan fungsi sesuai dengan adat setempat. Rajah dahulu sering dipakai oleh kalangan suku-suku terasing di suatu wilayah di dunia sebagai penandaan wilayah, derajat, pangkat, bahkan menandakan kesehatan seseorang. Rajah digunakan secara luas oleh orang-orang Polinesia, Filipina, Kalimantan, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Mesoamerika, Eropa, Jepang, Kamboja, serta Tiongkok. Walaupun pada beberapa kalangan rajah dianggap tabu, seni rajah tetap menjadi sesuatu yang populer di dunia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar (lukisan) pada bagian (anggota) tubuh.

Kapan seni merajah tubuh/ tato mulai ada?


Seorang pria Dayak menunjukkan rajahan di dada dan perutnya. Foto dari koleksi Tropenmuseum Amsterdam.
Keberadaan merajah tubuh di dalam kebudayaan dunia sudah sangat lama ada dan dapat dijumpai di seluruh sudut dunia. Menurut sejarah, ternyata rajah tubuh sudah dilakukan sejak 3000 tahun SM (sebelum Masehi). Tato ditemukan untuk pertama kalinya pada sebuah mumi yang terdapat di Mesir. Dan konon hal itu dianggap yang menjadikan tato kemudian menyebar ke suku-suku di dunia, termasuk salah satunya suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, lalu berkembang ke seluruh suku-suku dunia salah satunya suku Dayak di Kalimantan.
Tato dibuat sebagai suatu symbol atau penanda, dapat memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi si empunya dan simbol keberanian dari si pemilik tato. Sejak masa pertama tato dibuat juga memiliki tujuan demikian. Tato dipercaya sebagai simbol keberuntungan, status sosial, kecantikan, kedewasaan, dan harga diri.

Teknik Pembuatan Tato

Ada berbagai cara dalam pembuatan tato. Ada yang menggunakan tulang binatang sebagai jarum seperti yang dapat dijumpai pada orang-orang Eskimo, Suku Dayak dengan duri pohon jeruk, dan ada pula yang menggunakan tembaga panas untuk mencetak gambar naga di kulit seperti yang dapat ditemui di Cina. Bukannya tidak sakit dalam proses membuat tato. Sebenarnya rasa sakit pasti dialami ketika membuat tato di tubuh, namun karena nilai yang tinggi dari tato, dan harga diri yang didapatkan, maka rasa sakit itu tidak dianggap masalah.
Ada berbagai jenis dan ragam bentuk tato, tergantung dengan apa yang dipercaya oleh suku-suku bersangkutan, dan di setiap daerah umumnya memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang tato, meski pada prinsipnya hampir sama.

Tato di Beberapa Daerah

Di Borneo (Kalimantan), penduduk asli wanita disana menganggap bahwa tato merupakan sebuah simbol yang menunjukkan keahlian khusus.
Di Cina, pada masa zaman Dinasti Ming (kurang lebih 350 tahun yang lalu), wanita dari Suku Drung membuat tato di wajah dan pantatnya untuk sebagai tanda bagi keturunan yang baik.
Di Indian, melukis tubuh/ body painting dan mengukir kulit, dilakukan untuk mempercantik (sebagai tujuan estetika) dan menunjukkan status sosial.
Suku Mentawai memandang tato sebagai suatu hal yang sakral dan berfungsi sebagai simbol keseimbangan alam.

Buat kalangan tertentu, seni merajah tubuh (tato) memang masih dianggap tabu. Di mata mereka, tato dipandang bercitra buruk, sarat kekerasan dan cenderung dekat dengan dunia kejahatan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini tato juga dipandang bagian dari ‘produk’ kecantikan. Kaum penggemarnya pun makin meluas hingga ke kalangan selebriti, olahragawan, eksekutif muda, remaja, dan ibu-ibu rumah tangga. Terutama bagi kalangan remaja, perkembangannya begitu pesat. 

Pada masyarakat Indocina seperti Thailand, Kamboja dan Burma, tato mempunyai kemiripan pola desain layaknya pemahatan dan penyisiran pada tubuh. Desain rata-rata berbentuk titik-titikyang membentuk garis memanjang berpola sejajar, spiral, dan vertical, berwarna mokromatik, yakni gambar naga, burung dan singa. Mereka meyakini mampu menambahkan keelokan tubuh mereka dan memiliki kemampuan luar biasa.

Kalau dahulu tato identik dengan hal-hal yang berbau preman, kini seiring perkembangan zaman mulai dihargai sebagai suatu bentuk karya seni yang bisa diterima kalangan yang lebih banyak daripada sebelumnya. Masyarakat cenderung menilai tato dari penggambaraan negatif di televisi.Menurut pecinta tato,ini adalah simbol kebebasan berekspresi dan seni.Hmm...menurut anda?

Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

Prinsip dan unsur desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.
Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Daftar Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing

  • Adobe Photoshop
  • Adobe Illustrator
  • Adobe Indesign
  • Coreldraw
  • GIMP
  • Inkscape
  • Adobe Freehand
  • Adobe image ready
  • CorelDraw
  • Adobe Page Maker

Webdesign

  • Adobe Dreamweaver
  • Microsoft Frontpage
  • Notepad
  • Adobe Photoshop

Audiovisual

  • Adobe After Effect
  • Adobe Premier
  • Final Cut
  • Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
  • Ulead Video Studio
  • Magic Movie Edit Pro
  • Power Director

Rendering 3 Dimensi

  • 3D StudioMax
  • Maya
  • AutoCad
  • Google SketchUp
  • Light Wave
  • Blender
  • Softimage

Gravity

Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.
Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.
Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali kariernya dari kegiatan grafiti. Fungsinya antara lain :
  • Bahasa rahasia kelompok tertentu.
  • Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
  • Sarana pemberontakan.
  • Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.
Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.
Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, New York telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal. Untuk mengidentifikasi pola pembuatannya, grafiti pun dibagi menjadi dua jenis.

Gang grafiti

Yaitu grafiti yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu.

Tagging graffiti

Yaitu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More